Assalaamu'alaikum Warahmatullaahiwabarakaatuh
Puji syukur hanya milik Allah SWT, shalawat tercurah buat Rasulullah SAW.
Berbagai macam metode bisa dilakukan untuk penekaan akan nilai-nilai ilmu pengetahuan, diantaranya adalah " STUDY TOUR ", keluarga Besar MAN Maninjau Program Keagamaan ( PK ) mencoba mewujudkan hal tersebut dengan agenda tahunan STUDY TOUR Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam ( SKI ) Kelas XI. Kegiatan yang dirancang dengan nawaitu untuk membangkitkan ghirah semangat pembelajaran yang tidak hanya bertumpu pada PBM tatap muka dalam lokal, namun berusaha untuk mewujudkan rasa pengetahuan itu ke dalam kehidupan nyata dan langsung dirasakan di lapangan.
Mempelajari sejarah diantara hakikatnya adalah menggali kembali prasasti-prasasti dan peninggalan-peninggalan atau tradisi-tradisi yang telah diwarisi oleh para pelaku sejarah dimasa lalu. Disinilah kami mencoba menelusuri hal tersebut dengan terjun langsung kelapangan, mengadakan penelitian lapangan, menerapkan metode wisata dan wawancara melalui tokoh yang dianggap mumpuni dan mengetahui perihal sejarah dimasa lalu.
Dianatara tempat yang dijadikan materi pembahasan Makam Tunaku Shalih di Sariak, Gobah Pariaman,
Tampak disebelah kanan bangunan didalamnya terdapat makam Tuanku Shalih. Para siswa yang melakukan study diizinkan memasuki ruangan sekitar makam, namun tidak dibenarkan untuk mengambil gambar makam melalui photo, oleh karena itulah maka hanya bangunan yang dapat didokumentasikan.
Kegiatan untuk memperoleh informasi seputar ketokohan Tuanku Shalih dan ajaran-ajarannya dilakukan siswa melalui diskusi dengan penjaga makam, tampak pada gambar seorang tokoh penjaga makam duduk bersila di atas semen yang berada pada ketinggian sebagai tempat duduk beliau, memakai topi putih, beliaulah yang memberikan keterangan secara gamblang tentang perihal yang berhubungan dengan Makam Tuanku Shalih. Disamping kirinya duduk seorang santri yang mengecap pendidikan di Pesantren bernama Pesantren Tuanku Salih.
Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Pariaman. Syekh Burhanuddin merupakan tokoh yang disebut-sebut dalam sejarah sebagai pembawa agama Islam ke Sumatera Barat, dan sekaligus yang mengembangkan ajaran Tarekat Syattariyah di Minangkabau.
Makam ini telah menjadi situs sejarah dan merupakan makam yang banyak dikunjungi orang.
Mengapa dua makam tokoh ini yang dikunjungi dan dipelajari ? Karena kedua tokoh ini merupakan diantara tokoh ulama yang terkenal dalam sejarah umat Islam, dan ajaran-ajaran mereka masih berkembang hari ini. Buktinya dapat kita lihat, Tarekat Syattariyah hingga hari ini masih mengakar dalam kehidupan diantara masyarakat Minangkabau.
Dalam hal ini siswa tidak dituntut untuk mempraktekkan amalan-amalan yang dipraktekkan masyarakat yang bertujuan datang ke kedua makam tersebut. Siswa hanya dituntut mengetahui situs sejarah, mempelajari ketokohan ulama tersebut serta dapat mengetahui secara keilmuan ajaran-ajaran yang mereka tinggalkan, kemudian hasilnya dibuat semacam tugas dalam bentuk laporan hasil study. Tidak hanya sebatas itu, apa yang diketahui dan diperoleh melalui study tour tersebut dikupas kembali di sekolah dengan guru Mata Pelajaran yang bersangkutan.
Gambar di atas adalah lokasi ketiga yang dikunjungi yakni Makkah Mini yang terdapat di Lubuak Minturun, merupakan miniatur Makkah, lokasi yang digunakan adalah tempat melempar jumrah dalam menunaikan ibadah Haji.
Kegiatan ini ditunaikan oleh Siswa-siswi MAN Maninjau Kelas XI Program Keagamaan ( PK ) Tahun Pelajaran 2009/2010, dengan guru pembimbing :
Wendri Naldi, S.Pd.I ( Pengelola Langsung dalam kegiatan ini yakni Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam - SKI ), Drs. Akhyar. S, S.Pd.I ( Waka Kurikulum MAN Maninjau - Guru Mata Pelajaran Ilmu Hadits dan Fiqh ), Zulfiyandri, S.Pd ( Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia ), Nelda, AMd ( Guru Kesenian ).
Hal ini sekelumit berbagi dengan saudara se-Iman agar setiap kebahagiaan yang kita rasakan dapat kita kecap bersama, walaupun hanya melalui laporan, pemberitaan, atau informasi ... Sekaligus untuk memberikan semangat dan kekuatan motivasi kepada siswa maupun guru untuk agar dapat menepis anggapan " belajar sejarah hanya nostalgia masa lalu ", tapi ada hal-hal penting yang dapat kita jadikan pelajaran dari sejarah, yakni nilai-nilai yang ditinggalkan oleh sejarah merupakan pendidikan yang sangat berharga dari sebuah ilmu nyata, sejarah tidak dapat diubah dan direvisi, karena peristiwa itu nyata ditunjukkan dan telah terjadi, hanya tangan-tangan jahil yang berusaha merubah sejarah melalui pena.
Maka belajarlah dari pengalaman sejarah, jika baik yang ditinggalkan oleh sejarah ambil, contoh dan praktekkan kembali, namun jika kejelekan yang ditinggalkan sejarah maka tinggalkan dan jauhkan dari kehidupan dan segeralah memotong jalan-jalannya agar jangan terulang kembali. Yang perlu kita ingat, sejarah mungkin berulang namun pelakunya akan berbeda ... pertanyaannya ... sejarah yang bagaimanakah yang akan kita tinggalkan untuk generasi selanjutnya ???
Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
" Dalam setiap sejarah Islam, ada yang menoreh tinta peradaban dengan kesungguhan, hingga ia layak menjadi pahlawan, walau namanya tidak disebut dan dicatat dalam lembaran-lembaran sejarah ... namun ia akan tetap menjadi pahlawan peradaban ... karena pahlawan hakekatnya bukanlah tanda jasa dan pengakuan ... tetapi pahlawan adalah orang-orang yang meninggalkan jejak peradaban yang gemilang dengan kerja nyata yang layak diwariskan untuk generasi selanjutnya ... "
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar