Iman kepada Allah s.w.t adalah pondasi hidup,
tancapkan dalam hatimu, jangan biarkan ia lepas walaupun engkau diancam dengan
pedang.
Saudaraku …
Iman yang dimaksud disini engkau meyakini bahwa
tiada tuhan yang haq kecuali hanya Allah, terbuhul dalam simpul “
Laailaahaillallaah ”, maka tugas engkau pelajari kandungan makna ini sepanjang
hidupmu, pelajari tujuan-tujuannya, pelajari tuntutan amal-amal yang harus
dikerjakan pada simpul tersebut, pelajari dengan berjenjang, jangan menapak
jenjang sesudahnya jika engkau belum memahami jenjang yang pertama, sebab jika
engkau melanggarnya sungguh engkau akan binasa.
Ketahuilah, mempelajari ini sangat berat,
istiqamahlah, jangan pernah menyerah, hapus hal-hal yang membebani pikiranmu
untuk merasa berat mempelajari ini.
Karena ini adalah pokok agama, jika pokok agama engkau tidak paham,
bagaimana engkau akan beramal dengan agama ini, sangat mustahil.
Pelajari hakikat ini secara keseluruhan, mulai
dari makna kalimat, kaedah bahasa Arabnya, makna yang dituju, dan apa yang
dituntut simpul ini, hingga engkau benar-benar merasakan simpul ini mengalir
dalam jiwamu, dalam desah nafasmu, dalam tingkah lakumu. Bukti engkau telah
berhasil dalam mempelajari ini akan tampak dalam perilakumu bahwa hatimu hanya
terikat kepada Allah s.w.t, engkau tidak takut dengan celaan manusia, engkau
tidak takut ancaman manusia, engkau tidak cemas apa yang menimpamu kelak.
Segala apa yang engkau lakukan hanya untuk Allah s.w.t, hingga hatimu hanya
tergerak untuk melakukan yang mengikatkan hatimu kepada Allah s.w.t, hinga
engkau tidak peduli lagi dengan perbuatan yang tiada kaitannya dengan Allah s.w.t.
Inilah muara semua itu, renungkan, pikirkan, dan bertekadlah untuk memahami
ini. Lalu lakukan, jangan ditunda.
Jika engkau menemukan kesulitan memahami hakikat
ini, hingga hati engkau bingung, resah dan tidak mendapatkan ketenangan, jangan
engkau berputus asa, tancapkan dalam hatimu “ Amantubillah ” ( Saya beriman
kepada Allah )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar