WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Senin, 03 Maret 2014

Percikan Tinta W. Khatib Bandaro : Mengapa Kemaksiatan Merajalela ???

Mendengar suatu ulasan dari tausyiah Al-Ustadz Angku S. Khatib Sati di Masjid Raya Maninjau, pada tanggal 26 Rabiul Awwal 1435, sungguh menghentak dan menyadarkan pusat kesadaran. “ Jika kita pahami dari tiga sifat Allah swt. yang dua puluh saja, niscaya akan selamat hidup kita ini, Yakni ‘Ilmun, Sama’,Bashar” Demikian intisari paparan beliau.

Subhaanallaah !

” Sesungguhnya aktifitas kita dalam hidup ini tiada lain niat, ucapan dan gerakan. Niat kita diketahui Allah swt (‘ilmun), ucapan kita didengar oleh Allah swt (sama’), gerakan perbuatan kita tak luput dari pantauan Allah swt (bashar)”. Itulah muatan-muatan kesimpulan yang beliau tanamkan.

Aduhai …jika seluruh manusia menyakini dan menyadari tiga sifat Allah swt. tidak akan kita temukan segala macam kemaksiatan, penipuan, dan kezhaliman. Bukankah segala keangkara murkaan diakibatkan kesombongan dari dalam hati yang tidak menyadari Allah swt. mengetahui yang tersirat dihati dan tertanam di dalamnya ? Berpangkal dari lisan yang selalu mengeluarkan kata-kata nista yang merusak tatanan ? Berwujud dalam bentuk tingkah laku yang menganggap apapun yang dilakukan adalah urusan gue, yang penting orang lain tidak melihat.

Penindasan terhadap kaum lemah, korupsi, kolusi dan nepotisme serta merajalelanya kemaksiatan ditengah masyarakat tiada lain karena tiadanya aplikasi tiga sifat Allah swt. tersebut dalam kehidupan.

Siapa yang tidak tahu dengan tiga sifat tersebut ? Siapa yang tidak pernah mendengar pesan-pesan yang dikandung tiga sifat tersebut ? Bahkan mungkin tiga sifat tersebut lancar dalam lidah, mengerti maknanya, namun pertanyaannya, berapa yang betul “mengamalkan” tiga sifat tersebut dalam kehidupan ?

Maka merugilah orang-orang yang masa bodoh dengan kebenaran, ia tahu, tapi ketahuannya itu hanya sampai pada akalnya semata, ia berilmu tapi ilmunya sama sekali tidak lebih untuk mencapai jabatan dan kekuasaan duniawi, ia berakal tapi akalnya ia gunakan untuk mengakali orang lain.

Saksikanlah ! Bahwa kemaksiatan, apapun bentuknya lebih didominasi oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan, orang-orang yang diberi anugrah ilmu yang dalam. Inilah kelompok kelak yang akan menyesal dengan segala kenikmatan yang diberikan padanya, tapi ia tidak mensyukuri akan nikmat itu, sungguh nikmat telah menjadi cobaan baginya, dan malah kenikmatan itu mengantarkannya pada kenistaan kelak yang tiada berguna penyesalan.


“Ya Allah, lindungilah kami dari terjatuhnya pada penyakit umat yang seperti ini ”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar