Assalaaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Puji syukur kepada Allah swt. Shalawat buat panutan kita Rasulullah saw.
Dan … sejarah itu mengalir begitu cepatnya …membentuk
mata rantai prasasti yang begitu kokoh …dalam sebuah asa jalinan cinta,
ukhuwah, perjuangan serta menanam azzam keluarga besar PK MAN Maninjau.
Maka saksikanlah …mata rantai sejarah itu telah
menunjukkan cahayanya yang gemerlapan …kemilaunya berpendar memenuhi ruangan-ruangan catatan prestasi
kami keluarga besar PK MAN Maninjau yang dibangun atas dasar konsep menegakkan Izzah Islam wal
Muslimin.
Sebagaimana telah berlalunya para generasi kami menoreh tinta emas peradaban …Sekarang …generasi kami yang bercita-cita menjadi umat yang wara' yang kami sebut sebagai Generasi Wira’i (XI PK MAN Maninjau) telah membuktikan bahwa perjuangan itu harus
dilanjutkan. Study Tour ke Tanah Siak Sri Indrapura Riau pun berlanjut. Boleh dikatakan
untuk Study Tour ke wilayah yang sama ini merupakan kali yang ketiga setelah
dua generasi sebelumnya menempuhnya (Generasi yang diharapkan berjuang untuk pergerakan Islam - Generasi Haraki dan Generasi yang diharapkan menjadi pelanjut generasi shahabat Rasulullah saw- Generasi Ash-Haby), maka kami
namakan Study Tour ini sebagai Study Tour Ke Tanah Siak Jilid III (Generasi Wira’i - PK MAN Maninjau)
Subhaanallaah !
Sungguh …keindahan itu menyatu, kebersamaan itu menguat
dan ukhuwah mencuat laksana gunung karang yang tak bergeming diterpa ombak.
Hati kami telah disatukan …gelora jiwa kami tersemai indah dalam lubuk hati nan
penuh cinta dan kasih sayang karena Allah swt. Karena memang demikianlah cara
kami membangun kebersamaan ini. Kami tanam apa yang menjadi cita-cita kami, dan
kami tebarkan dalam konsep bahwa segalanya kala ditunaikan secara berjama’ah,
saling menghargai dan saling mencintai karena Allah swt. apapun rintangan dan
badai yang menghalangi, semua itu tak lebih hanyalah kesan-kesan kecil dari
makna hidup, dan sesungguhnya disanalah hidup itu akan terasa nikmat, tidak datar dan tidak membosankan.
Jum’at pagi, 29 Jumadil Awwal 1436 H (20 Maret 2015 M)
perjalanan pun dimulai. Pagi yang indah
itu seakan memberi pesan pada kami : “berangkatlah kalian dengan cita-cita dan
cinta, kejarlah apa yang menjadi asa kalian dalam kebersamaan, jiwa kalian
adalah satu, maka rekatlah dalam bingkai ukhuwah yang bergelora, hadapi segala
apapun secara berjama’ah, insya Allah kalian kelak akan menanam suatu prestasi
sejarah yang gemilang…”
Kita akan merasakan hakikat hidup kala kita mampu
melihat suguhan alam dan warna-warni yang dihidangkannya tentunya kala kita
mampu mengambil pelajaran darinya …demikian kata orang bijak. Dan perjalanan itu
…telah mengajarkan pada kami …apa yang kami lihat, dengar dan rasakan sepanjang
perjalanan telah mengajarkan kepada kami banyak hal tentang hidup …bukankah
kita menyaksikan indahnya pemandangan
alam, bangunan-bangunan hasil karya tangan manusia hingga pola kehidupan
masyarakat yang bermacam ragam? Dan bukankah disana banyak pelajaran ? Aduhai …begitu
banyak pelajaran yang dapat diambil, dan
sungguh Allah swt. begitu hebatnya cara mengajari tentang hidup. Maka ambillah
pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pikiran dan mata hati.
Sore …kami sampai di Candi Muara Takus, wiayah Kampar.
Kami saksikan bagaimana manusia telah mengukir kehidupan dengan caranya sendiri
…entah apa kepercayaan yang mereka anut, yang jelas akibat dari apa yang mereka
toreh telah disaksikan oleh kami dari generasi belakangan … Ini suatu pelajaran
penting bagi kami …apa yang kita tanam akan menjadi pelajaran bagi orang-orang
sesudahnya …Maka berhati-hatilah untuk mengukir sejarah …jika kita mampu
mengukir sejarah yang baik …generasi kita akan mendapatkan kebaikannya …namun
jika sejarah keburukan yang kita tanam, berarti kita telah menanam keburukan
bagi generasi kita, na’udzubillah, bukankah hal ini mengerikan?
Sabtu, 21 Maret 1436 H (30 Jumadil Awwal 1436 H) Tanak
Siak yang begitu indah akhirnya dapat kami jajaki, mungkin untuk kami generasi
Wira’i, sebelumnya Tanah Siak hanya suatu cerita yang membuat jiwa rindu untuk
menyambanginya, cerita dari generasi sebelumnya yang dengan kepuasan hati
menggambarkan keindahan tentang Tanah Siak. Namun, Sabtu itu, Generasi Wira’i
benar-benar menyaksikannya, bahkan menginjak Tanah itu. Dan kelak mungkin kami
pula yang akan menjadi referensi tentang cerita keindahan tanah Siak. Subhaanallaah. Tertunai
sudah sebuah kerinduan …tertancap sudah suatu asa …dan tertorehlah catatan
sejarah …bahwa kami Generasi Wira’i bukanlah para pemimpi yang penuh angan-angan …tapi kami para
pemimpi yang penuh gelora cita-cita …Kesudahannya, mimpi kami menjadi
kenyataan.
Istana Kesultanan Siak Sri Indrapura di Riau…itulah lokasi tujuan utama dari
program Study Tour jilid III ini. Istana dan segala hal yang behubungan
dengannya, telah meninggalkan catatan-catatan indah bahwa Islam dulunya pernah
memiliki prestasi gemilang dalam penyebaran dan ajarannya yang tidak hanya dianut
oleh kalangan masyarakat umum, tapi menjadi pegangan para elit pemegang kekuasaan.
Sebagai pertanda bahwa Islam adalah milik semua orang dan semua orang berhak
menganutnya, sangat universal.
Seolah peninggalan yang kami saksikan dari Kesultanan
Siak Sri Indrapura menyatakan : ”Inilah prestasi yang ditoreh para pendahulu
kalian, sekarang kalian menyaksikan jejak kemegahan kami , dan ketahuilah bahwa
kami adalah pembangun peradaban Islam …ambillah pelajaran olehmu…. dan untuk
sekarang apa yang prestasi yang telah kalian tanam untuk peradaban Islam dan
umatnya ???”
Berakhir sudah perjalan yang mengesankan ini, Minggu 22
Maret 1436 H (1 Jumadil Akhir 1436 H), kami telah menanam kenangan berharga,
catatan sejarah kami anak PK MAN Maninjau. Catatan kami tentang cinta, ukhuwah,
perjuangan, dan cita-cita membangun Islam.
(Catatan Kenangan Study Tour Generasi Wira'i PK MAN Maninjau ke Tanah Siak - 29 Jumadil Awwal - 1 Jumadil Akhir 1435 H, dalam luapan ukhuwah penuh cinta karena Allah swt.)
Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar