WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Senin, 02 Desember 2013

Wasiat Untuk Remaja Islam (8) : Jadilah Shahabat Yang Baik

Jika engkau dituntut untuk mencari shahabat yang dapat menyelamatkanmu, kau juga harus mampu membawa keselamatan bagi shahabatmu, tidak layak jika kau mencari shahabat yang baik, sementara dirimu sendiri tidak menjadi shahabat yang baik bagi orang lain.

Bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik (H.R. Turmidzi), demikian petuah Rasulullah saw. Berlaku baiklah pada shahabatmu, jangan kau pernah membuat ia tersakiti sekecil apapun, jangan pernah kau membiarkan ia teraniaya dan terzhalimi, walau kau hanya mampu membantu dalam untaian do’a. Jika ia membutuhkan bantuanmu dari segi harta, maka bantulah sebisamu, jika ia sakit jenguklah, jika ia kesulitan maka permudahlah urusannya. Kewajibanmu pada shahabatmu hendaknya seperti kau mencintai dan kewajibamu bagi dirimu sendiri.

Yang dimaksud shahabatmu disinilah tentulah yang seakidah denganmu, orang yang beriman, maka perlakukanlah ia sebagaimana Rasulullah saw. telah mencontohkan bagaimana memperlakukan shahabat beliau. Sebagaiman para shahabat Rasulullah saw. bersikap dalam bershahabat diantara mereka. Tidak saling mencaci, tidak saling menyalahkan dan tidak saling menjatuhkan. Tapi saling mencintai karena Allah swt., saling mengingatkan kala salah, dan saling memperkokoh keimanan.

Jangan kau selalu ingin menjadi yang lebih unggul dibanding shahabatmu hingga kau berupaya menjatuhkannya, berupayalah untuk ber-fastabiqul khairat dalam menuju puncak ketaqwaan. Jika kau berupaya menjadi orang bertaqwa, maka berupayalah membantu shahabatmu agar iapun  menjadi taqwa.

Kala kau mendapatkan kenikmatan hidup, dalam bentuk apapun, berupayalah agar shahabatmu juga mendapatkan kenikmatan yang engkau dapatkan. Paling kurang kau berbagi dengannya dengan kenikmatan yang ada padamu. Satu kenikmatan terbagi lebih baik dari pada kenikmatan yang hanya dimiliki secara penuh tapi dibawah kenikmatan itu shahabatmu menderita.

Terhadap seseorang yang tidak menjadi shahabatmu, karena kejelekan akhlaknya, hingga engkau tidak memilihnya, tetaplah berlaku baik padanya, jangan kau membenci dan memusuhinya. Memang kita harus untuk memilih siapa yang hendak menjadi shahabat, tapi itu bukan berarti kita harus membeda-bedakan antara satu orang dengan lainnya. Ini dalam artian jangan kau jauhi orang yang tidak menjadi shahabatmu karena memang ia tidak layak menjadi shahabatmu, tapi jangan pula kau jadikan shahabat, jadikanlah ia objek yang hendak kau bawa pada jalan yang benar hingga kau kelak berharap dapat merangkulnya menjadi shahabatmu.

Tapi jalan ini berbahaya dan penuh rintangan, kau harus berhati-hati. Sebab, bisa jadi nawaitumu baik, hendak merangkulnya ke jalan yang kamu kehendaki, namun karena kecerobohan malah kau yang terseret dan dirangkulnya. Untuk itu hati-hati, kau harus tahu rambu-rambu yang harus ditempuh dalam pershahabatan, dan rambu-rambu memperlakukan seseorang yang telah jadi shahabat serta rambu-rambu seseorang yang hendak dijadikan shahabat.

Rambu itu jelas, nyata dan telah digariskan. Cukup kau jadikan pemahaman pershahabatan yang telah -perkehidupan Rasulullah saw., dalami Sirah Nabawiyah. Pahamilah kehidupan para shahabat dalam menunaikan hak pershahabatan, bacalah kitab-kitab ulama yang menjelaskan panjang lebar dalam hal ini.

Jangan kau berpegang pada prinsip pershahabatan yang tidak memiliki landasan yang jelas, atau kau berpedoman pada prinsip pershahabatan yang diajarkan dalam dongeng –dongeng penuh mitos, apalagi hanya merujuk pada perilaku yang umum dilakukan manusia. Sebab semua itu tidak menjadi jaminan akan hakikat pershahabatan yang sesungguhnya.

Ketahuilah …, kau punya contoh, kau punya keteladanan, kau punya warisan mutiara yang berharga dalam meniti pershahabatan, cukup kau berpegang padanya. Itulah keteladanan Rasulullah saw., para shahabat beliau, hingga catatan pena dan tintanya ulama.


Disana kau akan temukan, bagaimana cara memperlakukan seorang yang beriman dalam pershabatan. Disana kau akan terkagum-kagum bagaimana hebatnya keutamaan memperlakukan orang beriman dalam pershahabatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar