WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Senin, 02 Desember 2013

Wasiat Untuk Remaja Islam (7) : Pilihlah Siapa Yang Akan Menjadi Shahabatmu

Ketahuilah …seseorang sangat dipengaruhi dengan siapa ia bershahabat, shahabat itulah yang akan mewarnainya. Suatu keharusan bagi engkau untuk memilah dan memilih siapa yang layak engkau jadikan shahabat.

Jangan kau terpedaya dengan ucapan-ucapan atau anggapan-anggapan dengan selubung yang menyatakan bahwa dalam hidup ini tidak boleh pilih kasih terhadap manusia, lantas diharuskan bershahahat dengan siapa saja. 

Ooo …tidak, kau harus memilih siapa yang akan menjadi shahabatmu. Kau harus menentukan siapa shahabat yang layak membawamu pada kebaikan, dan itu hanya diperoleh dengan pilihan.

Bershahabatlah dengan orang-orang shaleh, ahli ibadah, dan para penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Dengan keshalehannya akan membawa dirimu menjadi orang shaleh, dengan ibadahnya akan menimbulkan kegemaran pada dirimu untuk bersemangat menunaikan ibadah, dan dengan kekuatan azzamnya dan ketangguhan dalam beramar am’ruf nahi mungkar menjadi keteladanan bagimu bahwa perjuangan menegakkan Izzah Islam wal Muslimin suatu keharusan.

Cukup kau jadikan pelajaran, kala kau menyaksikan betapa seseorang semenjak kecilnya kala dibina dan ditempa dengan cara yang baik oleh orang tuanya, namun kala ia menemukan shahabat yang jahat, iapun berubah menjadi jahat. Dan bisa pula kau jadikan i’tibar (pelajaran), kala kau menyaksikan orang yang tidak tampak tanda-tanda kebaikan  dalam perilakunya, namun kala ia bersentuhan dengan orang baik ia berubah menjadi baik.

Shahabat yang baik bukanlah shahabat yang selalu memujimu, atau yang selalu memberi sesuatu padamu. Bukan pula shahabat yang baik adalah shahabat yang selalu membelamu dalam keadaan apapun walaupun kau melakukan kesalahan, namun ia selalu memberi pembenaran akan tindakanmu, dengan alasan karena ia menjaga pershahabatan. Sungguh shahabat yang demikian adalah shahabat yang celaka, hindarilah bershahabat dengan golongan ini.

Ketahuilah …, shahabat yang baik adalah shahabat yang menegurmu kala kau salah, dan ia menjelaskan kesalahan itu padamu walau kau akan marah dengannya. Shahabat yang baik adalah shahabat yang menjaga aibmu dan termasuk keluargamu serta kerabatmu. Shahabat yang baik adalah shahabat yang tidak merasa apa yang dimilikinya itu adalah milik pribadinya, tapi ia berupaya membagi denganmu. Shahabat yang baik tidak bermanis-manisan padamu, caranya bergaul tidak berlebihan dengan dirimu, tapi ia menunjukkan kecintaan padamu. Ia selalu menjaga harga dirimu, ia marah kalau kau dicela, dan iapun marah padamu kala mendapati kau suka mencela saudara se-iman. Itulah golongan orang-orang shaleh, ahli ibadah dan penyeru pada kebaikan.

Maka bergaullah dengan mereka, contohlah apa yang mereka lakukan, ikuti apa yang mereka lakukan, niscaya kau akan merasakan makna bahwa seseorang itu akan dipengaruhi dengan siapa ia bershahabat.


Jika kau tidak menemukan seseorang yang layak dijadikan shahabat, menyendiri bagimu lebih baik dari pada bergaul dengan pelaku keburukan. Kau dicela lebih baik dari pada kau diseret pada kehinaan, kau disingkirkan dalam pergaulan dunia lebih baik dari pada kelak di akhirat kau disingkirkan dari golongan barisan panjang orang-orang shaleh. 
Camkanlah hal ini !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar