WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Selasa, 22 Juli 2014

Catatan memori ukhuwah dalam Ifthar Jama'i + MABIT PK MAN Maninjau 1435 H

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh


Kesyukuran bagi Allah swt. yang telah menanamkan azzam dalam jiwa kami, azzam yang terpatri kuat dalam luapan ukhuwah, hingga tertunai suatu nawaitu besar Ifthar Jama’I (buka bersama) dan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) keluarga besar PK (Program Keagamaan) MAN Maninjau 1435 H tahun pelajaran 2014-2015 bersama beberapa alumni.
Shalawat buat Rasulullah saw. sang Idola. Panutan dan keteladanan dalam bentuk apapun, yang tak bermanfaat ibadah ataupun pengabdian tanpa mencontoh dan menerapkan apa yang beliau tanamkan dan ajarkan. Maka beruntunglah orang-orang yang mempelajari dan memperjuangkan sunnah beliau, dan merugilah orang-orang yang mengabaikannya.
Allah swt. Pemilik Segala Urusan, dan sesungguhnya segala urusan yang telah ditetapkan oleh Allah swt. untuk hamba-Nya itulah yang terbaik. Kita selaku hamba tak lebih dari pada mananam niat dan memancangkan tekad serta diiringi dengan do’a dan tawakkal terhadap segala urusan.
Tepatnya 21 Ramadhan – 22 Ramadhan 1435 H, suatu bukti Allah swt. memiliki urusan yang terbaik untuk hambap-Nya. Ya, Kami dengan luapan kegembiraan, mekar dalam taman-taman cinta penuh ukhuwah, bersemi indah kekuatan kebersamaan dalam lautan kebajikan dan kasih sayang, akhirnya menuntaskan suatu cita-cita besar menjalin rajutan benang-benang ukhuwah, membentuk komunitas besar dan kebersamaan, untuk merapatkan barisan perjuangan belajar dan menegakkan agama Allah swt., mengambil momen ramadhan dengan kegiatan Ifthar Jama’i (buka bersama) tiga generasi kelas X, XI, dan XII PK MAN Maninjau tahun pelajaran 2014-2015, serta beberapa alumni yang juga beda generasi. Inilah sebuah urusan yang telah Allah swt. perkenankan hingga tuntas dalam suasana yang begitu mempesona. Adakah urusan yang terbaik dari urusan yang Allah swt. tetapkan nilai-nilai Islam dalam hati kami? Kala Allah swt. tetapkan hati kami untuk condong dan mencintai Islam dan mempelajarinya? Adakah kebaikan dan kenikmatan setelah ini?

 



Subhaanallaah, indahnya ukhuwah, nikmatnya kebersamaan, kuatnya mahabbah telah menyatukan kami dalam bingkai kesatuan keluarga besar PK MAN Maninjau. Dalam agenda besar tersebut, banyak hal yang kami dapat. Inilah metode belajar yang kami tempuh. Belajar yang tidak sekedar duduk dibangku dalam kelas, lalu pulang. Tapi belajar banyak hal, tentang persaudaraan, tentang cinta karena Allah swt., tentang amalan-amalan shaleh, tentang pentingnya berbagi, tentang makna hakikat sebuah perjuangan. Yang jelas, dalam komunitas keluarga besar PK MAN Maninjau, kami terlahir untuk belajar tentang Islam dan mengamalkannya, semoga ada suatu harapan dalam jiwa kami, bahwa kami menjadi bagian hendaknya dari pahlawan-pahlawan sejarah dalam peradaban Islam yang memiliki saham besar untuk mengambil bagian mewujudkan kemuliaan Islam.
Ifthar Jama’i atau buka bersama dalam  momen Ramadhan 1435 H yang telah kami gelar, merupakan suatu momen merekat ukhuwah, untuk persaudaraan kami dalam komunitas PK MAN Maninjau antara yang lama dengan yang baru, termasuk dengan alumni. Sebagai bentuk pembuktian, bahwa kami adalah sebuah jama’ah besar yang diharapkan memiliki komunikasi yang panjang dari generasi ke generasi. Alasannya tak terlalu rumit, karena kami satu hati, kami satu tujuan, kami satu arah dan langkah, dan yang jelas kami adalah sesama muslim, yang bercita-cita jadi menjadi mukmin sejati, hingga kelak mencapai derajat muttaqin, insya Allah.
Kegiatan yang kami lanjutkan dengan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) adalah dalam rangka menempa diri kami untuk menanam ruhiyah kearah kesucian fitrah. Karena sesungguhnya kemuliaan itu berada pada ruhani yang ditempa dengan kesungguhan dan disuplai dengan amunisi yang cukup. Inilah konsep kami dalam mewujudkan tarbiyah ruhiyah. Kami bina diri kami dengan amalan-amalan shaleh, kami perkaya pemahaman kami dengan pemahaman Islam yang kaaffah, agar kami beramal berdasarkan sunnah dan ilmu yang bersumber dari dua perintah yang diajarkan Rasulullah saw., yakni al-Qur’an dan Sunnah. Maka menyatulah konsep tarbiyah ruhiyah dan fikriyah, dan kelak insya Allah, kami menjadi generasi-generasi yang hidup dengan amalan-amalan islami, penuh dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Inilah nawaitu, dan inilah cita-cita kami.



Alhamdulillaah, kegiatan ini mendapat respon positif dari pimpinan madrasah, sehingga kegiatan Ifthar Jaima’i dan MABIT dihadiri langsung oleh beliau. Tak luput, beberapa orang guru menghadiri beberapa kegiatan ini sebagai bentuk yang kami yakini sebagai respon bahwa kegiatan ini dihargai dengan cara yang bijak. Sungguh Allah swt., memiliki rencana yang luar biasa terhadap nawaitu dan azzam kami.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali balasan kebaikan”.
“Maka nikmat Tuhan kamu  yang manakah yang kamu dustakan?”
(T.Q.S. Ar-Rahmaan : 60-61)



Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh


(Catatan kenangan PK Generation, MAN Maninjau T.P. 2014-2015, dalam lautan cinta dan Ukhuwah Islamiyah, agenda Ifthar Jama’i dan MABIT Ramadhan 1435 H, 21-22 Ramadhan 1435 H)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar