WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Sabtu, 26 Juli 2014

Pelajaran Ushul Fiqih : Petunjuk Shalat Hukumnya Wajib

Assalaamu'alaikum Warahamatullaahi Wabarakaatuh

Puji syukur pada Allah swt., shalawat buat Rasulullah saw.

Kepada anak PK yang lagi semangatnya belajar Islam, nih ada satu pertanyaan : Eh… ada nggak ditemukan keterangan secara jelas wajibnya shalat kayak perintah puasa yang jelas-jelas dikatakan dalam surat al-Baqarah ayat 183 : كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ, diwajibkan atas kamu berpuasa.? Jika ada coba sebutkan !

Lho? Kok bingung ?

Jadi gimana doo…ng? Mengapa shalat hukumnya wajib?   

He…he...he…, jangan takut. Makanya belajar dong Ushul Fiqih, agar kita tahu kedudukan wajibnya shalat. Jika kita sudah tahu mengapa shalat itu wajib, itu namanya beramal dengan ilmu. Bangga dong jadi anak PK, coz kita belajar yang gitu-gituan. Oke ?

Next !

Kok shalat wajib? Ya wajiblah, walaupun dinyatakan  pada surat An-Nisaak ayat 77 :
وَاَقِيْمُواالصَّلٰوةَ
Artinya : Dan dirikanlah olehmu shalat

Tidak tampak secara nyata perintah wajibnya, tapi maksudnya shalat itu wajib.
Lha? Dari mana pengambilan hukum yang menyatakan wajibnya?
Perhatikan Qaidah Ushul Fiqihnya :

اَلْاَ صْلُ فِى اْلاَ مْرِ لِلْوُجُوْبِ
Artinya : Pada asalnya Amr itu menunjukkan wajib

Apa itu Amr ? Amr itu lafaz perintah/suruhan.

Jadi, pada asalnya perintah/suruhan itu menunjukkan hukum wajib. So, karena وَاَقِيْمُواالصَّلٰوةَ  adalah perintah/suruhan mendirikan shalat, maka hukumnya wajib. Ngerti kaaa…n????

Ops, belum selesai pembahasannya, sebab jika hanya dipahami demikian, bisa-bisa seluruh perintah dihukumi wajib, padahal tidak juga. Maka ada syaratnya :

“ Dihukumi wajib kalau tidak ada qarinah (ketentuan/keterangan) yang menunjukkan tidak wajib. Tapi kalau ada qarinah yang menunjukkan tidak wajib, maka hukumnya sesuai dengan qarinah tersebut”

Bingung? Kita kasih contoh :

Hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Nasai :
“Sekiranya tidak akan memberatkan bagi umatku, pasti akan aku perintahkan mereka bersiwak pada tiap hendak shalat”.

Coba perhatikan ! Bagaimana  hukumnya bersiwak? Ya, tidak wajiblah, sebab ada qarinahnya yakni memberatkan. Karena memberatkan hingga tidak menjadi wajib.
Kita cukupkan demikian dulu, semoga paham mengapa shalat hukumnya wajib.

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
____
Maraaji’ :
·         Drs. Deding Siswanto, Ushul Fiqih Madrasah Aliyah Jilid 2 Kelas 3 Semester 5-6, Program Ilmu-Ilmu Agama, (Bandung : CV. Armico, 1993), Cet. 3, h. 17,20, 21-22
·         Tulisan Arab dibuat melalui : Arabic Pad 1.03, Freeware ©2007 by Ebta Setiawan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar