WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Kamis, 21 April 2011

Mengapa Kita Harus Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler ???

Assalaamu'alaikum Warhamtullaahi Wabarakaatuh

Kesyukuran kita persembahkan kepada Allah SWT yang telah menumbuhkan kita dalam lingkungan kaum muslimin, menghidupkan kita dengan cahaya petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah, dan menuntun kita ke jalan yang lurus melalui lisannya para ulama yang ikhlas. Shalawat buat Rasulullah SAW.

Ada semacam kebiasaan yang dibiasakan oleh kaum pelajar, terutama bagi kita-kita yang tergolong pelajar aktif dan duduk dibangku sekolahan tingkat dasar, menengah dan atas. Entahlah ... kita tidak begitu menyadari mungkin ... kosep niat dalam proses kita sebagai sebagian pelajar  ( catat ya ...sebagian, berarti bukan keseluruhan ) tidak lebih dari pada belajar untuk menuntut ilmu, karena memang diwajibkan orang tua, dan kondisi lingkungan kita juga menuntut hal tersebut, yakni setiap warga negara wajib belajar sembilan tahun. Ya ... hanya sekadar menunaikan tuntutan tersebut. Sehingga terkadang dalam proses belajar kita cendrung menoton, statis dan membosankan. Maka berlakulah kaedah cara belajar kita " Pergi Sekolah, lalu pulang ".


Memang, kita selaku pelajar muslim, berkewajiban untuk menuntut ilmu,dengan ilmu kita akan mampu mengarungi kehidupan, dan dengan ilmu ini pulalah penentu kadar apakah amalan kita bernilai amal shaleh atau malah bernilai amal salah, namun apakah cukup hanya datang kesekolah lalu pulang, datang ke sekolah lalu pulang, demikian seterusnya.

Ada hal-hal penting dalam belajar namun terabaikan dengan alasan itu bukan bagian dari pembelajaran wajib. Dalam dunia pendidikan kita, ada istilah pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran ekstrakurikuler. Khusus untuk ekstrakurikuler lebih mengarah pada pengembangan diri baik secara kognitif, afektif ataupun psikomotor, atau dalam istilah agama kita, pengembangan daya akal, hati dan amal. Maka tuntutan dari ekstrakurikuler lebih mengarah pada pembentukan karakter diri kita yang sesungguhnya. Namun sayang ekstrakurikuler ini kita anggap sebagai kasta kedua dalam tingkat keharusan memperoleh ilmu pengetahuan.

Tahukah antum ...
Sesungguhnya ... ekstrakurikuler ini bukan semata-mata kegiatan pembelajaran tambahan bagi pelajar, tapi sebagai pokok yang akan menyempurnakan materi-materi ilmu yang kita serap dalam pembelajaran intrakurikuler. Terkhusus untuk kita-kita yang memperoleh pendidikan di madrasah, sebagai sebuah institusi berlabel Islam, hendaknya kita menyadari bahwa menjadi keharusan untuk kita mengikuti kegiatan ekstrakurikuler berbasis ke-Islaman, apakah muhadharah ataupun pembinaan untuk remaja Islam. Mungkin ada kita yang menyangkal " Lho ... kitakan sudah diinfus dengan materi ke-Islaman dalam kurikulum wajib madrasah, apalagi bagi kita Program Keagamaan,  untuk apa lagi tambahan materi ke-Islaman ? "

Sadarilah ...
Karena kita telah diinfus dengan materi ke-Islamanlah makanya  kita dituntut untuk lebih mengembangkan penguasaan materi keilmuan tersebut. Dengan dasar-dasar kokoh yang kita miliki akan menjadi batu loncatan bagi kita untuk memperoleh pendalaman keilmuan ke-Islaman. Inilah yang dimaksud dengan istilah, " melangkah lah dari awal, dan sampaikan tujuanmu pada puncaknya ". Artinya belajarlah Islam itu dari akarnya hingga sampai kepada buahnya, jangan hanya sepotong-sepotong, dan sambilan belaka. Kuasai Islam itu hingga ke dasarnya, sampai kita mampu untuk mengamalkannya. Sehingga kita bukannya hanya cerdas secara akal, tapi juga cerdas secara amal. Satu hal, semua itu tidak akan cukup hanya dengan belajar dalam intrakurikuler. Jadilah orang yang paham dengan agamamu dengan benar-benar paham. Kemunduran umat Islam hari ini diantaranya adalah disebabkan pemahaman terhadap Islam yang dangkal, tapi telah berani bicara Islam layaknya seorang ulama. Muaranya, saling menyalahkan menjadi budaya, menyalahkan cara shalatlah, menyalahkan cara baca al-Qur'anlah. Padahal apa yang dilakukan seseorang dalam ibadahnya belum tentu salah, karena mereka bisa jadi memiliki dasar untuk melakukannya, sementara bagi kita yang menyalahkan mungkin saja dasar yang mereka miliki tidak kita ketahui karena minimnya pemahaman kita terhadap dalil-dalil agama.

Untuk itu berbenahlah ... Hapuslah budaya sekolah pulang, sekolah pulang, ikuti segala kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari pembelajaran kita. Lha ... hanya untuk mengikuti kegiatan yang telah ada saja mengapa kita merasa berat ..., sementara lihatlah orang lain, mereka berusaha mengadakan dan merancang kegiatan tersebut ... keterlaluan rasanya jika hanya untuk mengikuti yang telah ada kita enggan.

Assalaamu'alaikum Warhamtullaahi Wabarakaatuh 



.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar