WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Minggu, 17 April 2011

Tidak ada kita yang mengetahui pergerakan siapakah yang layak dikatakan pergerakan Islam yang sesungguhnya

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Alhamdulillaah, hanya milik Allah Azza wa Jalla, yang telah menunjukkan pada kita kemilau cahaya keagungan Islam, Slawat buat Rasulullah SAW.


Entahlah ... kita tidak mengetahui kelompok siapa yang kelak menemui menemui Allah SWT dalam keadaan suci, diberikan tempat yang begitu indah, surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai ... Entahlah, tidak ada satupun kelompok kita yang mengetahui amalan siapa yang kelak dianggap tercatat amal shaleh yang dapat menjadi penyelamat dari huru-hara mengerikan peristiwa kiamat. Entahlah, kelompok siapa yang layak dikatakan benar dalam berjuang menegakkan Islam dan dianggap betul-betul pemegang amanah yang Allah SWT titipkan dipermukaan bumi ...

Ya ... tidak ada satupun kelompok yang mengetahuinya !!!
Tapi ... mengapa ? ... Mengapa kita yang belum tentu layak sebagai orang-orang yang dikatakan kelompok orang-orang yang mensucikan diri telah menganggap kelompok kita suci ? Lalu dengan seenaknya mengutuk, mencaci, menghujat kelompok lain dengan tuduhan mereka adalah pendosa. Mengapa kita merasa kelompok  kita adalah bagian dari kelompok yang telah memesan tiket ke surga ? Lantas dengan gegabah memposisikan kelompok lain dengan posisi di neraka manakah kelak mereka ditempatkan. Mengapa kita begitu yakin amalan kelompok kita adalah amalan yang benar dan tercatat amalan shaleh ? Maka dengan serampangan kita menyalahkan, menganggap sesat, menganggap bid'ah ibadah yang ditunaikan kelompok lain. Aneh, mengapa kita yang berjuang, jangankan menyamai para pejuang Islam di masa lalu, setetes darah mereka saja pun belum belum mampu kita menyamai mereka, lantas telah mengaku-ngaku dan merasa pejuang Islam yang layak dianggap mujahid ? Mengapa kita merasa paling amanah, sementara kelompok lain para pengkhianat yang yang tidak layak dihargai keberadaan mereka.

Duhai .... sungguh ... kebinasaanlah yang akan menimpa kita ... disaat kita merasa kelompok kita paling benar, sementara kelompok lain dianggap salah ...yang akan muncul adalah kedengkian ... perdebatan ... dan berujung pada retaknya rasa Ukhuwah Islamiyah. Kita akan sibuk memamerkan keberadaan kelompok kita dan berusaha untuk selalu melakukan pembenaran terhadap apa yang dilakukan kelompok kita, jika terjadi kesalahan dan kritikan terhadap kelompok kita, maka kita akan berusaha mencari jalan pembenaran dengan mengadakan perdebatan. Ketahuilah ... adakah Islam mengajarkan perdebatan antar sesama muslim ??? Adakah Islam mengajarkan untuk mematahkan pemikiran saudara se Iman tanpa dalil ???

Belum pernah kita temukan satupun dari orang-orang shaleh terdahulu yang melakukannya, mereka lebih gemar untuk diam terhadap permasalahan dari pada mencari pembenaran untuk menyelamatkan diri mereka, dan mereka lebih memilih mengatakan tidak tahu disaat ada pertanyaan kepada mereka jika mereka sendiri memang tidak mampu menjawabnya. Lantas kita ... yang bukan siapa-siapa, mengapa terlalu berani mencap saudara kita se-Iman dengan ucapan dan tindakan yang sembrono, menganggap bid'ahlah, tidak sesuai dengan syari'atlah, tidak berpedoman pada al-Qur'an dan Sunnahlah, tidak memamahami Islam dengan benarlah, dan hujatan, cacian serta makian dengan satu alasan " Meluruskan Saudara Kita yang menyimpang ", 

Untuk sejenak pernahkah kita mengaca diri ??? Tentang amalan-amalan kita, perjuangan-perjuangan kita, akhlak kita, dan segala yang kita lakukan apakah sudah benar menurut aturan yang telah digariskan Islam melalui al-Qur'an dan Sunnah. Benarkah kita telah menggali al-Qur'an dan Sunnah dengan sungguh-sungguh penuh keikhlasan, atau kita mungkin baru memperoleh satu penafsiran dari seorang tokoh yang kita anggap ulama, dan kebetulan tokoh itu adalah pendiri dan penggagas kelompok pergerakan kita, lalu dengan serampangan kita menolak seluruh pemikiran lain yang bersebrangan dengan ajaran tokoh kelompok kita. Hanya kita yang mengetahui tentang semua itu.

Untuk itu ...berbenahlah ....
Jangan sibukkan diri kita dengan melihat kekeurangan dan kejelekan pergerakan Islam yang tidak satu gerakan dengan kita ... intropeksi diri merupakan jalan terbaik untuk membangun pergerakan yang kita bangun ... balasan dan pembenarannya ... biar Allah SWT kelak yang memutuskan ... tugas kita adalah berjuang semampu yang kita lakukan, beramal dengan sungguh-sungguh. Dan cintailah saudara kita karena Allah SWT.

Semua ini merupakan bahan intropeksi, jika kita merasakan dalam pergerakan kita, maka benahilah gerakan kita, jika kita tidak merasakan gejala ini dalam gerakan kita, maka waspadailah hal ini !!!

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh





       


Tidak ada komentar:

Posting Komentar