Assalaamu'alaikum Warahmaullaahi Wabarakaatuh
Kesyukuran hanya milik Allah Azza wa Jalla yang telah menanamkan cahaya hidayah Islam dalam relung kehidupan kita ...
Shalawat buat Rasulullah SAW.
Jika kita coba menilik " Pergerakan Islam " dewasa ini ... ada semacam kemirisan dalam jiwa kita ... yakni perseteruan pemahaman antar kelompok yang cendrung memaksakan kebenaran kelompoknya dan yang lain dianggap salah ... lalu yang dianggap salah itu dihujat, dihina, dicaci melalui berbagai macam media ...dengan satu alasan " meluruskan saudara kita yang menyimpang dari syari'at ".
Duhai ...
Kehancuran itu bermula disaat rasa persaudaraan tidak lagi berada pada garda terdepan ... maka hawa nafsu berputar-putar mengitari diiringi derai tawa setan yang terbahak-bahak ... sementara musuh-musuh Islam mendehem-dehem dan mulai mengancang-ancang untuk menyerang umat Islam dari titik yang terlemah ini.
Lihatlah ...
Siapa yang mencaci pemimpin-pemimpin umat Islam dewasa ini ??? Dengan alasan menganggap mereka sekuler, lalu dihina dan dibeberkan aib mereka melalui media. Beginikah seseorang yang mengaku beriman kepada Al-Qur'an dan Sunnah bersikap ??? Mengapa kita hanya mampu melihat kesalahan saudara kita yang kebetulan tidak satu jalan dengan kita dalam satu pergerakan ... sementara kita tidak mampu melihat kekurangan kita yang entah mungkin lebih hina dibandingkan mereka yang kita anggap salah ...
Ketahuilah ...
Kedengkian yang paling berbahaya dalam sebuah pergerakan menegakkan kalimat Allah SWT dipermukaan bumi adalah membenci saudara yang tidak satu pemikiran dengan kita. Silahkan berbeda pemikiran, silahkan berbeda dari mana kita memulai dan metode apa yang kita tempuh dalam menebarkan nilai-nilai kebajikan Islam kepada umat manusia, namun jangan dihinakan saudara kita yang tidak satu pemikiran dengan kita. Bukankah mereka juga memiliki alasan tersendiri, mengapa mereka menempuh jalan tersebut.
Kata kunci yang perlu kita tanamkan adalah ...
Selama pergerakan itu sama-sama berada di bawah naungan Al-Qur'an dan Sunnah maka mereka adalah saudara dalam perjuangan. Saudara adalah bagian dari kita, walau berbeda kelompok. Bukankah Allah SWT telah menegaskan kepada kita : " Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara " ( T.Q.S. Al-Hujurat : 10 ). Maka tidakada alasan bagi kita untuk dengki kepada saudara kita yang berbeda metode dalam menempuh pergerakan. Memangnya kelompok kita mampu memikul seluruh beban dakwah ini sendiri. Seharusnya kita sadar ... apa-apa yang telah ditunaikan oleh sebagian saudara kita dalam gerakan dakwah yang berbeda dengan metode kita hakikatnya telah menunaikan kewajiban yang tidak terjamah oleh kita. Misalnya jika kita bergerak dalam bidang penegakkan Aqidah, silahkan, namun jangan salah saudara kita yang bergerak dalam bidang menggemarkan ibadah, begitu juga, bagi kelompok kita yang menggerakkan bidang ibadah, jangan dicaci saudara kita yang lebih fokus kepada pembentukan akhlakul karimah.
Seharusnya, yang lebih bijak adalah ... bagaimana kita mampu bersinergi dalam sebuah pergerakan dengan berbagai macam perbedaan sebgai alat untuk mewujudkan rasa saling mengisi ... sehingga beban dakwah itu tidak ada yang terabaikan. Disinilah urgensi jamaah memiliki makna dan nilai. Sesungguhnya keberhasilan pergerakan itu akan diperoleh dengan jamaah ... untuk mewujudkannya tiada lain " SALING MENGAHARGAI, INTROPEKSI DIRI, JANGAN HANYA MAMPU MELIHAT KESALAHAN ORANG LAIN." Semoga apa yang kita lakukan dan kita perjuangkan benar-benar berada pada garis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Amiin Yaa Rabbal 'aalamiin.
Ungkapan ini hanyalah ungkapan yang dirasa dari seseorang yang merasa dakwah kita hari ini masih jauh dari sebuah konsep Ukhuwah Islamiyah !!! Bukan sebuah tuduhan, anggapan atau vonis terhadap pergerakan Islam.
Assalaamu'alaikum Warahmaullaahi Wabarakaatuh
Kesyukuran hanya milik Allah Azza wa Jalla yang telah menanamkan cahaya hidayah Islam dalam relung kehidupan kita ...
Shalawat buat Rasulullah SAW.
Jika kita coba menilik " Pergerakan Islam " dewasa ini ... ada semacam kemirisan dalam jiwa kita ... yakni perseteruan pemahaman antar kelompok yang cendrung memaksakan kebenaran kelompoknya dan yang lain dianggap salah ... lalu yang dianggap salah itu dihujat, dihina, dicaci melalui berbagai macam media ...dengan satu alasan " meluruskan saudara kita yang menyimpang dari syari'at ".
Duhai ...
Kehancuran itu bermula disaat rasa persaudaraan tidak lagi berada pada garda terdepan ... maka hawa nafsu berputar-putar mengitari diiringi derai tawa setan yang terbahak-bahak ... sementara musuh-musuh Islam mendehem-dehem dan mulai mengancang-ancang untuk menyerang umat Islam dari titik yang terlemah ini.
Lihatlah ...
Siapa yang mencaci pemimpin-pemimpin umat Islam dewasa ini ??? Dengan alasan menganggap mereka sekuler, lalu dihina dan dibeberkan aib mereka melalui media. Beginikah seseorang yang mengaku beriman kepada Al-Qur'an dan Sunnah bersikap ??? Mengapa kita hanya mampu melihat kesalahan saudara kita yang kebetulan tidak satu jalan dengan kita dalam satu pergerakan ... sementara kita tidak mampu melihat kekurangan kita yang entah mungkin lebih hina dibandingkan mereka yang kita anggap salah ...
Ketahuilah ...
Kedengkian yang paling berbahaya dalam sebuah pergerakan menegakkan kalimat Allah SWT dipermukaan bumi adalah membenci saudara yang tidak satu pemikiran dengan kita. Silahkan berbeda pemikiran, silahkan berbeda dari mana kita memulai dan metode apa yang kita tempuh dalam menebarkan nilai-nilai kebajikan Islam kepada umat manusia, namun jangan dihinakan saudara kita yang tidak satu pemikiran dengan kita. Bukankah mereka juga memiliki alasan tersendiri, mengapa mereka menempuh jalan tersebut.
Kata kunci yang perlu kita tanamkan adalah ...
Selama pergerakan itu sama-sama berada di bawah naungan Al-Qur'an dan Sunnah maka mereka adalah saudara dalam perjuangan. Saudara adalah bagian dari kita, walau berbeda kelompok. Bukankah Allah SWT telah menegaskan kepada kita : " Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara " ( T.Q.S. Al-Hujurat : 10 ). Maka tidakada alasan bagi kita untuk dengki kepada saudara kita yang berbeda metode dalam menempuh pergerakan. Memangnya kelompok kita mampu memikul seluruh beban dakwah ini sendiri. Seharusnya kita sadar ... apa-apa yang telah ditunaikan oleh sebagian saudara kita dalam gerakan dakwah yang berbeda dengan metode kita hakikatnya telah menunaikan kewajiban yang tidak terjamah oleh kita. Misalnya jika kita bergerak dalam bidang penegakkan Aqidah, silahkan, namun jangan salah saudara kita yang bergerak dalam bidang menggemarkan ibadah, begitu juga, bagi kelompok kita yang menggerakkan bidang ibadah, jangan dicaci saudara kita yang lebih fokus kepada pembentukan akhlakul karimah.
Seharusnya, yang lebih bijak adalah ... bagaimana kita mampu bersinergi dalam sebuah pergerakan dengan berbagai macam perbedaan sebgai alat untuk mewujudkan rasa saling mengisi ... sehingga beban dakwah itu tidak ada yang terabaikan. Disinilah urgensi jamaah memiliki makna dan nilai. Sesungguhnya keberhasilan pergerakan itu akan diperoleh dengan jamaah ... untuk mewujudkannya tiada lain " SALING MENGAHARGAI, INTROPEKSI DIRI, JANGAN HANYA MAMPU MELIHAT KESALAHAN ORANG LAIN." Semoga apa yang kita lakukan dan kita perjuangkan benar-benar berada pada garis yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Amiin Yaa Rabbal 'aalamiin.
Ungkapan ini hanyalah ungkapan yang dirasa dari seseorang yang merasa dakwah kita hari ini masih jauh dari sebuah konsep Ukhuwah Islamiyah !!! Bukan sebuah tuduhan, anggapan atau vonis terhadap pergerakan Islam.
Assalaamu'alaikum Warahmaullaahi Wabarakaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar