WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Senin, 18 November 2013

Wasiat Untuk Remaja Islam (6) : Kepada Orang Tuamu Berbaktilah

Ketahuilah …orang tuamu adalah sosok yang paling berjasa dalam hidupmu. Sosok yang paling dekat dan paling banyak tahu tentang dirimu.  Sosok yang tak kau temui cinta yang melebihi dari mereka. Sosok yang rela bersusah payah, banting tulang, hingga hancur luluh diri mereka ditelan beratnya badai kehidupan untuk menghidupimu. Namun mereka tetap tegar dan selalu berupaya untuk tangguh.

Kehadiranmu dalam kehidupan mereka suatu anugrah yang menjadikan mereka merasa hidup ini bermakna. Kecintaan mereka padamu dengan apapun takkan sanggup kau membalasnya. Walau sepanjang umurmu kau gunakan untuk berupaya membalas jasanya katamu, takkan terbalas seperempatpun dari muatan cinta mereka untukmu.

Siapa yang mengandungmu dalam keadaan susah yang bertambah-tambah selama sembilan bulan ? Siapa yang merawatmu semenjak kecil, dari tidak tahu apa-apa hingga kau seperti ini adanya ? Siapa yang mendekapmu kala malam menjelang seiring dinginnya semilir angin malam yang mulai menghembus menusuk pada tulang-tulang ? Siapa yang merasakan kesedihan dan kepiluan hati kala menyaksikan dirimu ditimpa sesuatu yang membuatmu berat ? Itulah ibumu yang selalu merawatmu sejak kecil mulai dari kandungan hingga kau seperti ini. Dialah ayahmu yang tak kenal lelah mencari nafkah walau terkadang harus berurusan dengan hal-hal tersulit yang jika dihadapkan padamu kau tidak akan sanggup.

Berbaktilah pada orang tuamu, posisikanlah kecintaanmu kepada mereka dibawah kecintaanmu kepada Allah swt. rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya. Tinggikanlah ia dalam hatimu di atas insan-insan umumnya di permukaan bumi ini. Selama mereka mengajakmu pada keta’atan, maka kedurhakaan besar bagimu jika kau melanggar perintah mereka. Jangan kau menzhalimi mereka, mengucapkan  kata-kata yang dapat menyinggung mereka saja akan berdampak besar bagi kehidupanmu, dampak yang akan membinasakanmu.

Berharaplah akan ridha orang tuamu, karena  Ridha Allah swt. terletak pada ridha orang tuamu, dan kemurkaan Allah swt. terletak pada kemurkaan orang tuamu (H.R. Tirmidzi dan Hakim).

Jadilah anak shaleh yang selalu mendo’akan mereka, baik kala mereka masih hidup maupun telah meninggal. Kewajibanmu tidak terbatas ruang dan waktu. Hanya tercerabutnya nyawa dari badanmulah yang menjadi batas untuk berbakti kepada orang tuamu. Selama hembusan nafasmu masih ada, kau wajib berbakti pada mereka. Asuh dan berlaku baiklah dihari tua mereka, berdo’alah untuk mereka disetiap untaian do’a-do’amu yang panjang.

Ketahuilah …orang tuamu, semakin bertambah usianya, semakin sensitif jiwanya, kelak kau akan temui hal-hal yang membuat kau tidak menyenangi akan apa yang mereka lakukan, mereka akan kembali pada jiwa kekanak-kanakan, ingatan merekapun tak sempurna, kondisi mereka payah, saat itulah kau akan diuji, apakah kau mampu berbuat kebajikan pada mereka dalam kondisi sulit itu sebagai bukti baktimu pada mereka.

Kala mereka wafat, keharusan bagimu untuk mengurus jenazah mereka, jangan kau serahkan pada orang lain, kecuali jika peran orang lain hanya sebagai pembantumu sebagai manifestasi fardhu kifayah. Jika kau serahkan segala urusan jenzah orang tuamu pada orang lain, sungguh kau anak yang tidak berguna. Apakah kau lupa setiap hari kau dimandikan kala kau kecil, namun  hanya untuk memandikan jenazahnya yang satu kali itu kau menyatakan tidak mampu, sungguh suatu kebodohan jika hal ini menimpamu. Apalagi jika kau tidak mampu menyalatkan jenazah mereka. Apakah kau berharap do’a orang lain untuk orang tuamu. Sementara do’a yang tidak terhijab itu adalah do’a dari anak yang shaleh. Maka kau harus shaleh, kau harus menjadin anak yang mampu mendo’akan kedua orang tuamu, dan kau harus berupaya agar do’amu diijabah oleh Allah swt.

Namun, jika mereka mengajakmu pada kemaksiatan, maka tiada kewajiban bagimu untuk mengikuti dan patuh pada mereka. Tapi hendaklah kau menyadarkan mereka. Dan jika mereka tetap pada pendirian mereka. Kau harus tetap berlaku baik pada mereka. Berlaku baik dalam artian bukan  berarti kau harus patuh pada kemaksiatan mereka.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar