WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Jumat, 25 April 2014

Mozaik Generasi Haraki PK MAN Maninjau

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Puji syukur kepada Allah swt., shalawat buat Rasulullah saw.



Seiring perputaran waktu, harus diakui bagaimanapun  kita dalam jejak-jejak hidup selalu mencoba untuk bersatu, suatu saat perpisahan akan menyambangi, namun ini bukan berarti putusnya mata rantai ukhuwah Islamiyah, sebab dalam Ukhuwah Islamiyah yang menyatukan kita adalah hati. Memang terasa berat kala kita harus dicerai beraikan oleh jarak yang tak penting untuk diukur. Kita dibatasi tembok yang tak perlu dibayangkan bentuknya. Sekali lagi itu hanyalah kondisi yang sama sekali tidak merusak tatanan Ukhuwah Islamiyah, karena lagi-lagi hati tak bisa dipisahkan.



Bermula dari suatu harapan besar, agar menjadi generasi penggerak dan  terlibat dalam gerakan Islam, sehingga dalam rentang waktu yang relatif singkat masa-masa pendidikan di MAN Maninjau, tahun pejaran 2012-2013 disemai sebuah harapan dahsyat, hebat dan menggetarkan, yakni menjadi  Generasi Haraki. Berbagai kenangan indah tertanam bak mutiara indah yang memancarkan cahaya berpendar dalam etelase agung kebajikan jiwa. Dan semoga kelak ….apa yang dirasakan dalam jiwa selama dalam kebersamaan ukhuwah akan menjadi prasasti keluhuran budi, membawa kebaikan dan menebar semerbak keseantero jagad raya dalam bingkai peradaban yang menjulang tinggi.

Jika selama ini baru menanam dan menempuh jalan cita-cita, sekarang… adalah langkah untuk berkarya dalam menorehkan pesan-pesan dan peta kosnsep mengikuti mozaik-mozaik takdir kehidupan masing-masing. Tapi …ada satu hal yang harus dipancangkan, dan ini suatu pemahaman yang hendaknya menjadi pemahaman bersama, bahwa segala karya yang dicoba untuk melukiskan dalam mengambil andil membangun kegemilangan peradaban Islam, berupayalah untuk saling menguatkan dan saling berbagi hingga kelak dipertemukan lagi dalam suatu muara cita-cita besar seluruh keluarga besar PK MAN Maninjau.

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Senin, 10 Maret 2014

Nawaitu Dalam Cita-Cita Besar : SMPN 1 Tanjung Raya Membangun Mushalla/Masjid, Mungkinkah Terwujud ???

               
Pembangunan Mushalla/Masjid SMPN 1 Tanjung Raya

Keterangan gambar (*)


·         Lokasi pembangunan   :
Sebelah Utara SMPN 1 Tanjung Raya

·       No. Rekening :
5433-01-011256-53-3
(BRI Unit Maninjau Bukittinggi)
Mushalla SMPN 1 Tanjung Raya

·       Alamat  : 
Muara Pisang – Maninjau  Telp. ( 0752 ) 61005
Kode Pos.  2647

Kepala Sekolah : Maspirba. AR, S.Pd
Ketua Komite     : Harfi Dt. Rajo Mangkuto, SE

·       Panitia Pembangunan Mushalla :

Ketua              : Wendri Naldi Khatib Bandaro, S.Pd.I
Wakil               : Yasril, SP
Sekretaris :
                        1. Wenneti
                        2. Deniati, S.Pd
Bendahara     : Rina Nurhafni, S.Si

Seksi
Perencanaan :
                        1. R. DT.Tunaro
                        2. Apriwandi Arlius, ST, MT
Seksi Dana      :
                        1. Efrinaldi Dt. Panghulu Basa
                        2. Zulfiyandri Dt. Putiah, S.Pd
                        3. Irwati Rivai, BA
                        4. Wilda Ismail
·       Estimator         : Miftahuddin, S.Pd. M. Eng.

 MUQADDIMAH

Puji syukur hanya milik Allah swt. Shalawat teruntuk Rasulullah saw. 

Kok takana dimaso nan lamo
Kito bakumpua basanak sudaro
Di sikola kononnyu sikola nan tuo
Di SMP Maninjau kato urang tuo-tuo kito

Lai kolah takana di kawan sadonyo
Maso kutiko diulang curito
Kito diaja akhlak budi bahaso
Dek guru kito nan kini tantulah tuo

Kok dulu kito baribadah di ruang tuo
Manuruik kaba di aula zaman Bulando
Kini yo baitu  baru juo
Basasak-sasak manuju sarugo

Tapi dek cadiak urang kito
Aka panjang budi baik pulo
Lah dapek tanah untuak baagamo
Untuak mushalla/musajik sikola kito


A. SMPN 1 Tanjung Raya, Sekolah Umum Bernuansa Spiritual.

Boleh saja sebagian orang menganggap SMP merupakan lembaga pendidikan yang berpola pendidikan umum yang tidak bercirikan khas keagamaan, karena memang realitanya materi pendidikan yang diberikan lebih didominasi materi-materi secara umum, dalam artian tidak seimbang dengan muatan materi keagamaan. Tapi itu bukan berarti setiap SMP berpola demikian. Walaupun hakikatnya SMP bukanlah sekolah bercirikan agama, namun bukankah warganya orang-orang yang beragama ? Bukankah pelaku pendidikan di dalamnya adalah orang-orang yang hidup dipermukaan bumi yang juga punya kewajiban yang sama, yakni untuk mengabdi kepada Allah swt.? Maka tak dapat disangkal lagi, kebutuhan fitrah tersebut harus di wadahi dan diberikan ruang seluas-luasnya agar terkspresi walaupun pada sekolah umum seperti SMP.

Ada semacam keinginan dari kami, keluarga besar SMPN 1 Tanjung Raya, bagaimana membangun lembaga pendidikan yang berpola umum ini namun tetap bernuansa  ruh spiritual ke-Islaman. Apalagi mengingat kenyataan SMPN 1 Tanjung Raya berada dalam ranah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Untuk mewujudkan upaya tersebut, beberapa program telah kami gulirkan termasuk di dalamnya bagian dari program pemerintah, yakni :

1.   Penerapan program pemerintah kabupaten Agam  berupa Madrasah Diniyah Wustha (MDW) dengan mata pelajaran al-Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, dan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah.

2.   Dalam rangka membangun karakter akhlakul karimah dan membangun jiwa beramar ma’ruf nahi mungkar, telah berjalan kegiatan dakwah sekolah dalam bentuk Rohis (Rohani Islam) dengan nama Bina Remaja Islam.

3.   Tahfizhul Qur’an merupaka program yang digadang-gadangkan untuk membangun kecintaan akan al-Qur’an dan menumbuhkan jiwa-jiwa Rabbani. Program ini telah bergulir beberapa tahun dan alhamdulillaah hasilnya cukup memuaskan walaupun masih membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh untuk perbaikan ke depan.

4.   Program Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT)  berjalan dalam bentuk pembangunan karakter kecintaan akan penggemaran beribadah dan pembentukan akhlak yang mulia

5.   Pesantren Kilat terealisasi dengan bermacam materi-materi pendalaman akan pentingnya memahami Islam dengan ilmu dan upaya kearah kecintaan akan pengamalan nilai-nilai yang dikandung oleh Islam itu sendiri.

6.   Kegiatan dakwah jum’at pagi, shalat berjama’ah dilingkungan sekolah, memahami ajaran-ajaran Islam melalui pembacaan buku-buku Islami merupakan agenda yang bisa dikatakan telah menjadi rutinitas.

Beberapa hal tersebut kiranya sudah cukup menjadi bukti, bahwa kami memang punya nawaitu untuk mewujudkan pola pendidikan yang mengedepankan keseimbangan IPTEK dengan IMPTAQ.

Pertanyaanya, apakah semua itu akan mencapai keberhasilan jika hanya berpegang pada semangat tapi tidak diwadahi ? Hal ini perlu menjadi renungan dan bahan pemikiran bagi berbagai kalangan, bagaimana pola ini menjadi suatu cita-cita bersama. Tentunya bagi kalangan yang memiliki cita-cita besar untuk membangun sebuah peradaban Islami, penuh dengan ruh akhlakul karimah dan memiliki landasan syari’at serta aturan yang jelas sebagaimana yang telah digariskan al-Qur’an dan Sunnah. 

B.  Pentingnya Mushalla/Masjid sebagai Implementasi Nilai-Nilai Islam di Lingkungan SMPN 1 Tanjung Raya (Merujuk pada bagian-bagian proposal pembangunan Mushalla SMPN 1 Tanjung Raya)
                                                                              
1.   Mengapa Harus Membangun Mushalla/Masjid di Lingkungan SMPN 1 Tanjung Raya ?
Masjid sebagaimana dipahami merupakan tempat ibadah umat Islam. Secara historis masjid elemen penting dalam pertumbuhan Islam yang pertama sekali dibangun Rasulullah saw. Dalam perkembangannya, walaupun masjid secara umum dipahami sebagai tempat beribadah. Tapi secara aplikatif masjid lebih luas difungsikan sebagai tempat mengatur kehidupan umat, termasuk didalamnya pelaksanaan proses pendidikan.
Menyadari sepenuhnya, SMPN 1 Tanjung Raya yang berada pada wilayah administratif lingkungan masyarakat Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, yang tentunya terdiri dari masyarakat sekolah mayoritas muslim, maka menjadi suatu kebutuhan  akan pemenuhan masjid sebagai tempat ibadah. Sesuai dengan tuntutan standar kompetensi lulusan dalam indikator sekolah berdasarkan standar nasional pendidikan sekolah menengah pertama, bahwa diantara aspek dari kompenen standar kompetensi lulusan yang harus dicapai suatu lembaga pendidikan sekolah menengah pertama adalah adanya pemenuhan aspek pembentukan akhlak mulia, dengan arahan pencapaian indikator peserta didik haruslah mendapatkan pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia (**). Sesuai dengan perannya, masjid merupakan institusi pembentukan karakter umat Islam, secara langsung mengejewantah untuk mengambil peran dalam pembentukan akhlak mulia. Semakin jelas nampak akan kebutuhan ini jika dikorelasikan dengan prinsip pelaksanaan kurikulum yang menuntut tegaknya pilar-pilar, diantaranya belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa(***).
Deskripsi ini menjadi landasan pemikiran bagi keluarga besar SMPN 1 Tanjung Raya bagaimana sekolah mampu memfasilitasi terlaksananya semua hal tersebut. Bagi siswa SMPN 1 Tanjung Raya yang mayoritas muslim tentulah pilar tersebut diantaranya berada pada masjid.
Mengingat skala masjid merupakan skala besar, dan membutuhkan waktu yang panjang untuk membangunnya. Untuk saat ini kami berupaya dalam bentuk membangun mushalla yang mana secara peran dan fungsinya tidak berbeda dengan masjid. Dan bisa saja kelak, insya Allah akan beralih mengarah pada pembangunan masjid.

2.   Sejarah Perkembangan Mushalla SMPN 1 Tangjung Raya
SMPN 1 Tanjung Raya merupakan SMP tertua di kecamatan Tanjung Raya, dengan jumlah siswa yang begitu banyak datang dari berbagai daerah. Saat ini untuk melaksanakan ibadah bagi siswa mayoritas muslim di lingkungan sekolah secara nyaman dan kontinue terkendala tidak dimilikinya sarana tempat ibadah yang memadai.
Pernah diupayakan untuk memfungsikan satu bangunan untuk pelaksanaan tempat ibadah dalam bentuk mushalla. Namun kapasitas daya tampungnya hanya mencukupi untuk dua rombel. Sementara rombel yang ada di lingkungan SMPN 1 Tanjung Raya lebih dari pada itu. Hal ini menyebabkan tidak efektifnya bangunan mushalla yang ada untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara kolektif.
Untuk menanggulangi hal tersebut, maka  difungsikanlah ruangan aula yang selama ini berfungsi sebagai ruangan multi fungsi  untuk pelaksanaan ibadah terutama shalat berjama’ah. Karena aula bersifat multifungsi  menyebabkan proses pelaksanaan ibadah sering mengalami gangguan. Apalagi didukung kenyataan kapasitas ruanganpun tidak mencukupi untuk menampung seluruh warga sekolah.
Hal ini menimbulkan pemikiran bagi tokoh masyarakat, komite sekolah dan tentunya bagi warga sekolah sendiri. Bagaimana mewujudkan pelaksanaan ibadah dan segala kegiatan keagamaaan siswa yang berporos pada rumah ibadah terealisasi hendaknya.
Alhamdulillaah, atas kerjasama pihak sekolah dan komite dengan tokoh  masyarakat, akhirnya SMPN 1 Tanjung Raya mendapatkan hibah tanah yang cukup luas untuk pembangunan tempat ibadah. Pada tanah inilah diupayakan untuk pembangunan Mushalla SMPN 1 Tanjung Raya.

3.   Tujuan
Tujuan didirikannya Mushalla SMPN 1 Tanjung Raya  adalah :

1.   Agar terwujudnya proses pendidikan yang menyelaraskan antara pemenuhan Iman dan Taqwa (IMTAQ) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
2.   Terwujudnya pola pendidikan bernuansa ruh Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah
3.   Terwujudnya pola pembinaan mental dan sipiritual umat melalui lembaga pendidikan

4. Fungsi/Kegunaan

Adapun fungsi/kegunaan dibangunnya Mushalla SMPN 1 Tanjung Raya adalah :

1.   Menjadi pusat peribadatan warga sekolah SMPN 1 Tanjung Raya, dan tidak tertutup kemungkinan juga difungsikan masyarakat sekitar untuk beribadah
2.   Menjadi tempat untuk melaksanakan segala kegiatan-kegiatan keagamaan termasuk didalamnya proses pendidikan keagamaan

C. Perkembangan Pembangunan Mushalla/Masjid SMPN 1 Tanjung Raya.

Untuk saat ini telah dimulai pembangunan Mushalla/Masjid SMPN 1 Tanjung Raya yang baru berjalan pada tahap pondasi. Dapat digambarkan perkembangan pembangunan yang telah berjalan (dokumentasi berdasarkan proposal pembangunan mushalla SMPN 1 tanjung Raya) :

Keterangan Gambar : 
Kedalaman yang membutuhkan timbunan

Keterangan gambar :
Proses pelaksanaan pembangunan


D. Renungan

1.   Mungkinkah sebuah cita-cita yang tertanam dari nawaitu mengharap ridha Allah swt. akan terwujud hanya dengan seketika tanpa ada upaya yang sungguh-sungguh dan supali dari berbagai pihak ? Tentu saja tidak. Karena sesungguhnya Allah swt. tidak akan memberikan sesuatu secara cuma-cuma tanpa adanya ikhtiar dan kerja keras.

2.   Pembangunan tempat ibadah berupa masjid/mushalla kewajiban siapa ? Tentu saja kewajiban selaku umat yang mengaku muslim dan ia benar-benar menyadari dirinya sebagai muslim.

3.   Jika kelak berdirinya sebuah mushalla/masjid di SMPN 1 Tanjung Raya, siapakah yang akan menikmatinya ? Tentu saja pelajar-pelajar muslim, generasi-generasi muslim, dan mereka adalah generasi yang akan melanjutkan peradaban Islam dimasa yang akan datang.

4.   Kala kita melihat suatu kegemilangan dalam Islam, pertanyaannya, apa yang terasa dalam pikiran dan sanubari kita ? Apakah kita merasa puas hanya menjadi tukang komentar dan melihat-lihat dari jauh ? Atau kita merasa`puas kala kita menjadi pemain peran dari kegemilangan tersebut ? Jawabannya berada dalam pikiran dan sanubari kita masing-masing.


(Ditulis : Wendri Naldi Khatib Bandaro, S.Pd.I - Alumni SMPN 1 Tanjung Raya, tamatan tahun 1997, sekarang sebagai guru Madrasah Diniyah Wustha (MDW) di SMPN 1 Tanjung Raya) 
-----
Keterangan : 

(*)Dibuat melalui : Software Quran In Word Ver. 3, Created By Mohamad Taufiq. Dan Paint, Microsoft Windows Version 6.1 (Build 7601: Service Pack 1) Copyright © 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved

(**) Lihat Indikator Sekolah Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Jakarta, Tahun 2010, page 11

(***)Lihat Perangkat Akreditasi SMP/MTs, Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi SMP/MTs, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah 2009, h. 2



Senin, 03 Maret 2014

Percikan Tinta W. Khatib Bandaro : Mengapa Kemaksiatan Merajalela ???

Mendengar suatu ulasan dari tausyiah Al-Ustadz Angku S. Khatib Sati di Masjid Raya Maninjau, pada tanggal 26 Rabiul Awwal 1435, sungguh menghentak dan menyadarkan pusat kesadaran. “ Jika kita pahami dari tiga sifat Allah swt. yang dua puluh saja, niscaya akan selamat hidup kita ini, Yakni ‘Ilmun, Sama’,Bashar” Demikian intisari paparan beliau.

Subhaanallaah !

” Sesungguhnya aktifitas kita dalam hidup ini tiada lain niat, ucapan dan gerakan. Niat kita diketahui Allah swt (‘ilmun), ucapan kita didengar oleh Allah swt (sama’), gerakan perbuatan kita tak luput dari pantauan Allah swt (bashar)”. Itulah muatan-muatan kesimpulan yang beliau tanamkan.

Aduhai …jika seluruh manusia menyakini dan menyadari tiga sifat Allah swt. tidak akan kita temukan segala macam kemaksiatan, penipuan, dan kezhaliman. Bukankah segala keangkara murkaan diakibatkan kesombongan dari dalam hati yang tidak menyadari Allah swt. mengetahui yang tersirat dihati dan tertanam di dalamnya ? Berpangkal dari lisan yang selalu mengeluarkan kata-kata nista yang merusak tatanan ? Berwujud dalam bentuk tingkah laku yang menganggap apapun yang dilakukan adalah urusan gue, yang penting orang lain tidak melihat.

Penindasan terhadap kaum lemah, korupsi, kolusi dan nepotisme serta merajalelanya kemaksiatan ditengah masyarakat tiada lain karena tiadanya aplikasi tiga sifat Allah swt. tersebut dalam kehidupan.

Siapa yang tidak tahu dengan tiga sifat tersebut ? Siapa yang tidak pernah mendengar pesan-pesan yang dikandung tiga sifat tersebut ? Bahkan mungkin tiga sifat tersebut lancar dalam lidah, mengerti maknanya, namun pertanyaannya, berapa yang betul “mengamalkan” tiga sifat tersebut dalam kehidupan ?

Maka merugilah orang-orang yang masa bodoh dengan kebenaran, ia tahu, tapi ketahuannya itu hanya sampai pada akalnya semata, ia berilmu tapi ilmunya sama sekali tidak lebih untuk mencapai jabatan dan kekuasaan duniawi, ia berakal tapi akalnya ia gunakan untuk mengakali orang lain.

Saksikanlah ! Bahwa kemaksiatan, apapun bentuknya lebih didominasi oleh orang-orang yang memiliki kecerdasan, orang-orang yang diberi anugrah ilmu yang dalam. Inilah kelompok kelak yang akan menyesal dengan segala kenikmatan yang diberikan padanya, tapi ia tidak mensyukuri akan nikmat itu, sungguh nikmat telah menjadi cobaan baginya, dan malah kenikmatan itu mengantarkannya pada kenistaan kelak yang tiada berguna penyesalan.


“Ya Allah, lindungilah kami dari terjatuhnya pada penyakit umat yang seperti ini ”

Senin, 27 Januari 2014

Mozaik Hiking PK Generation MAN Maninjau ( Ash-Haby & Haraki di Dama Gadang


Alhamdulillaah. Akhirnya , tercapai segala asa yang membuncah, asa yang tertanam pada lubuk hati, dengan gelora penuh ukhuwah, ya, suatu pencapaian, kami menyebutnya prestasi. Sebab bagi kami sekecil apapun yang ditanam, kala ia disemai dalam nuansa menuju kebajikan dalam membangun suatu proyek raksasa keluarga besar Program Keagamaan (PK) MAN Maninjau tetap bermakna besar dan begitu dahsyat.

Aduhai …indahnya, serpihan asa yang tertanam, sungguh Allah swt. memiliki rencana yang luar biasa dalam mozaik-mozaik kehidupan kami. Dan ketahuilah, sungguh kami sangat menikmatinya. Perjalanan yang memukau, penuh tantangan, menegangkan, lucuuuuu..., dan tentunya mengesankan. Mungkin tak cukup untuk menuangkan dalam torehan ini, kecuali hanya sedikit yang dapat dipaparkan untuk sekedar berbagi. Itulah yang kami rasakan.  Perjalanan itu, hiking, suatu tradisi turun temurun bagi kami keluarga besar PK MAN Maninjau, dan hari itu Minggu, 22 R. Awwal 1435 H, adalah kegiatan Hiking yang kesekian kalinya dari PK MAN Maninjau. Diprakarasai generasi Ash-Haby (XI PK) sebagai pelopor tahun ini,  dan  bergabung generasi Haraki (XII PK )sebagai bagian dari implementasi ukhuwah.

Ceritapun dimulai ….

Minggu, 22 R. Awwal 1435 H, pagi itu, semburat cahaya mentari begitu sempurna, cerah, secerah hati kami  keluarga besar PK MAN Maninjau tahun pelajaran2013/2014, kala menyusuri jalan berliku mendaki mulai dari Lubuak Sao hingga Dama Gadang. Walau tertatih, peluh mengucur deras, kerongkongan terasa kering, namun semua itu dihiasi dengan riuh canda, semangat membara dan tentunya kebersamaan. Photo ciek luuu….Click …:

Hari itu terasa indah, demikianlah cara kami membahagiakan diri kami. Memberi support pada jiwa-jiwa kami, memberi kekuatan dalam kebersamaan kami. Karena menyadari, berharap pada orang lain untuk bersimpati pada kami bukanlah ajaran Islam yang kami perjuangkan. Berharap orang lain menolong kami jelas bukanlah tipe kami, karena kami yakin pertolongan hanya datang dari Allah swt, dan memang pertolongan Allahswt. yang layak diharapkan.




Next …

Suasana perkampungan yang penuh sensasi, indah memukau, hutan yang masih hijau, dengan aroma suasana damai jauh dari kebisingan membuat perjalanan kami  terasa makin menyenangkan. Hutan yang masih lebat itu, kala kami menysusurinya, seakan-akan hutan itu   melindungi perjalanan kami dari sengatan matahari yang sudah mulai meninggi. Dan Subhaanallaah, sampailah kami pada suguhan alam yang akan membuat berdecak kagum para pencinta seni, karena seni yang disaksikan tersebut adalah sangat alami, sangat asri. Ya, itulah air terjun. Photo Ciek luuu…Click :

Gambar : Diedit melalui Microsoft Office Word 2007 dan Paint : Microsoft Windows Version 6.1 (Build 7601): Service Pack 1), Copyright © 2009 Corporation. All rights reserved

Ternyata, bukan hanya satu air terjun, yang terdapat dalam lebatnya hutan yang hijau itu, ada satu lagi air terjun, dan yang satu inipun bahkan dapat digunakan sebagai tempat mandi-mandi pada air yang  menglir deras menjalankan perannya sebagai sunnatullah.

Memancarlah cahaya-cahaya kegembiraan dalam jiwa-jiwa kami, kala mendapati kenyataan begitu indahnya suguhan alam yang memamerkan keindahannya sebagai bentuk dari ciptaan Allah swt. Yang Maha Gagah.  Keindahan yang dapat menyegarkan urat-urat saraf-saraf kami, keindahan yang dapat membuat kami menyadari bahwa alam telah mengajarkan pada kami, dengan segala keharmoniannya, bahwa kedamaian  akan diperoleh kala kita menunjukkan dalam hidup ini suatu hal apa adanya, tidak ada kedustaan. Demikianlah alam dengan kejujurannya, ia tunjukkan dirinya apa adanya, sangat alami, maka saksikanlah siapa saja akan terpukau kala mendapati kejujurannya. Indah mempesona. Memang hidup penuh kejujuran itu indah.  Sungguh Allah swt. mengajarkan pada kita manusia tentang makna hidup melalu ciptaaannya, yakni alam.

Alhamdulillaah, kami keluarga besar PK MAN Maninjau, dengan cara kami sendiri, mampu membahagiakan diri kami, tanpa harus bergantung dan berharap pada siapapun kecuali hanya pada Allah swt. Karena memang kami belajar, berjuang, hidup, mengambil jurusan, mengejar masa depan, hanya untuk Allah swt. semata. 


Seperti inilah kami belajar tentang hidup, bahwa belajar tidak harus selalu duduk dengan rapi di ruangan kelas, tangan dilipat di atas meja. Tapi belajar bagi kami menggunakan segala potensi di usia muda yang hanya sekejab agar kelak kami mampu menghadapi hidup yang penuh  tantangan, agar kelak bermanfaat bagi diri dan orang lain serta alam, yang tentunya bermuara pada tegaknya kalimatullaah di permukaan. Dan kelak semoga kami termasuk barisan panjang yang berada dalam golongan orang-orang shaleh. Amiin.


(Catatan mozaik kehidupan penuh cinta dan ukhuwah Islamiyah, keluarga besar PK MAN Maninjau, Generasi Ash-Haby dan Haraki dalam memori Hiking di Dama Gadang, 
22 R. Awwal 1435 H ) 


Selasa, 07 Januari 2014

Catatan Generasi Ash-Haby dan Haraki Dalam Prestasi Nan Gemilang

Menanam jejak  merupakan suatu keniscayaan, menanam jejak bukan berarti apa yang dilakukan harus dikenang orang-orang sesudah kita, menanam jejak juga bukan berarti agar kita dipuji dan disanjung. Tapi menanam jejak hakikatnya adalah penanaman akan sebuah prasasti, prasasti yang akan menjadi pembelajaran bagi orang –orang setelah kita.

Gambar : 
XI PK (Generasi Ash-Haby); 
Wilda Sari, Juara Umum Prestasi Tingkat Kelas XI Semester I, T.P. 2013/2014 


Pertanyaannya…


Jejak apa yang telah kita tanam, jejak bagaimana yang telah ditancapkan. Sesungguhnya setiap jejak kebajikan, sekecil apapun, tetap bermakna kebajikan, dan sebaliknya, sekecil apapun jejak kejelekan yang ditanam, tetap bermakna kejelekan.


Gambar :
XII PK (Generasi Haraki) 
Juara Umum Class Meeting Semester I,  T.P. 2013/2014


Disinilah kami dibina …dalam sebuah keluarga besar PK MAN Maninjau, bahwa perjuangan menanam jejak kebajikan dalam bentuk apapun menjadi suatu keniscayaan. Ditengah gelombang hidup yang sepi dari ruh spiritual, ditengah hantaman badai yang selalu kami tepis dengan satu kekuatan, yakni “ukhuwah”, maka hantaman badai itu luluh lantak tak berbekas.

Gambar :
XII PK (Generasi Haraki) 
Juara Umum Class Meeting Semester I, T.P. 2013/2014


Kami adalah jiwa-jiwa Haraki, kami generasi pencinta para shahabat, generasi Ash-Haby yang menggelora dalam satu rumpun Ukhuwah Islamiyah, keluarga besar PK (Program Keagamaan). Bagi kami segala asa adalah jalan-jalan menuju kejayaan. Bagi kami harapan akan kegemilangan akan selalu ada, karena kami diajarkan akan hal itu. Dan ketahuilah …kami punya satu kekuatan, bahwa pertolongan Allah swt. pasti datang. Dan kami meyakini bahwa pertolongan itu datang dengan dijemput, bukan ditunggu.

Maka lihatlah …pandanglah dengan kelembutan hati, tentang makna pertolongan itu, prestasi dalam bingkai keluarga besar ini tertancap. Ini bukan menunjukkan siapa diri kami sesungguhnya, ini bukan menunjukkan eksistensi diri, dan juga bukan berharap akan segala puji. Tapi …ketahuilah …ini makna dari menanam jejak, ini makna bahwa kami harus menanam kebajikan sekecil apapun, dan tetap bermakna kebajikan, dan ini makna bahwa Allah swt. akan  selalu menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya.

(Catatan Generasi Ash-Haby Juara Umum Prestasi tingkat kelas XI, dan Generasi Haraki Juara Umum Class Meeting, 
Semester I, Tahun Pelajaran 2013/2014, MAN Maninjau)

Senin, 02 Desember 2013

Wasiat Untuk Remaja Islam (9) : Jagalah Batasan Pergaulan

Saudaraku …, yang dimaksud mejaga batasan pergaulan adalah batasan antara dirimu dengan lawan jenismu. Jika kau seorang laki-laki, maka jagalah batas pergaulanmu dengan kaum perempuan, demikian sebaliknya.

Ketahuilah …,

Pergaulan yang tidak memiliki batasan merupakan kehidupan binatang, hidup yang didominasi hawa nafsu, sesuatu berdasarkan kelezatan semata. Apakah kau rela kedudukanmu yang mulia terlahir sebagai manusia tapi derajatmu jatuh seperti binatang dikarenakan kau menyepelekan aturan menjaga batas pergaulan ?

Kaum laki-laki itu jelas, dan kaum perempuanpun jelas. Masing-masing terlahir dengan fitrahnya. Maka jika kau terlahir sebagai laki-laki, maka jadilah laki-laki. Bergaullah dengan laki-laki, agar jiwa laki-lakimu tumbuh sesuai fitrahmu. Demikian sebaliknya, jika kau perempuan, maka tumbuhkanlah fitrahmu menjadi perempuan, bergaullah dengan kaummu, agar engkaupun menjadi perempuan yang sesungguhnya.

Kaum lelaki menyukai perempuan itu fitrah, demikian sebaliknya, kaum perempuan menyukai laki-lakipun fitrah, dan demikian seharusnya. Maka Islam mengatur hubungan laki-laki dan perempuan dalam ikatan suci, yakni pernikahan. Jika kau telah sanggup untuk menikah maka menikahlah, jika belum sanggup namun keinginanmu  kuat, maka bersabarlah.
Jangan kau mulai melangkah kejenjang mendekati cara-cara pernikahan sementara kau belum sanggup. Jangan kau pernah berangan-angan hidup dengan cara pernikahan jika kau tidak yakin akan mampu menunaikannya. Apalagi kau melakukan hidup dengan cara pernikahan, sementara kau belum melakukan pernikahan.

Mencari alasan untuk mengenal pasangan hidup, lalu kau mulai mengenal lawan jenismu tanpa melalui jalur proses pernikahan hanya akan mengantarkanmu pada kebinasaan. Yang dimaksud proses pernikahan adalah ta’arufan, ta’arufan yang benar-benar kau telah memiliki nawaitu untuk menikah. Jika belum untuk pernikahan, apapun alasanmu, ketahuilah …itu bathil.


Jika kau mengatakan, kita harus mengenal calon pasangan kita, bagaimana kita bisa hidup dalam satu pasangan jika tidak mengenal pasangan ? Jawabannya benar, namun mengenal bukan berarti kau menjalin hubungan illegal dengan lawan jenismu, kau harus melalui orang ketiga, orang ketiga yang amanah. Cukup kau mengenal calon pasanganmu melalui orang ketiga yang amanah. Jika tidak demikian, itu bathil, apapun alasanmu.

Wasiat Untuk Remaja Islam (8) : Jadilah Shahabat Yang Baik

Jika engkau dituntut untuk mencari shahabat yang dapat menyelamatkanmu, kau juga harus mampu membawa keselamatan bagi shahabatmu, tidak layak jika kau mencari shahabat yang baik, sementara dirimu sendiri tidak menjadi shahabat yang baik bagi orang lain.

Bergaullah sesama manusia dengan akhlak yang baik (H.R. Turmidzi), demikian petuah Rasulullah saw. Berlaku baiklah pada shahabatmu, jangan kau pernah membuat ia tersakiti sekecil apapun, jangan pernah kau membiarkan ia teraniaya dan terzhalimi, walau kau hanya mampu membantu dalam untaian do’a. Jika ia membutuhkan bantuanmu dari segi harta, maka bantulah sebisamu, jika ia sakit jenguklah, jika ia kesulitan maka permudahlah urusannya. Kewajibanmu pada shahabatmu hendaknya seperti kau mencintai dan kewajibamu bagi dirimu sendiri.

Yang dimaksud shahabatmu disinilah tentulah yang seakidah denganmu, orang yang beriman, maka perlakukanlah ia sebagaimana Rasulullah saw. telah mencontohkan bagaimana memperlakukan shahabat beliau. Sebagaiman para shahabat Rasulullah saw. bersikap dalam bershahabat diantara mereka. Tidak saling mencaci, tidak saling menyalahkan dan tidak saling menjatuhkan. Tapi saling mencintai karena Allah swt., saling mengingatkan kala salah, dan saling memperkokoh keimanan.

Jangan kau selalu ingin menjadi yang lebih unggul dibanding shahabatmu hingga kau berupaya menjatuhkannya, berupayalah untuk ber-fastabiqul khairat dalam menuju puncak ketaqwaan. Jika kau berupaya menjadi orang bertaqwa, maka berupayalah membantu shahabatmu agar iapun  menjadi taqwa.

Kala kau mendapatkan kenikmatan hidup, dalam bentuk apapun, berupayalah agar shahabatmu juga mendapatkan kenikmatan yang engkau dapatkan. Paling kurang kau berbagi dengannya dengan kenikmatan yang ada padamu. Satu kenikmatan terbagi lebih baik dari pada kenikmatan yang hanya dimiliki secara penuh tapi dibawah kenikmatan itu shahabatmu menderita.

Terhadap seseorang yang tidak menjadi shahabatmu, karena kejelekan akhlaknya, hingga engkau tidak memilihnya, tetaplah berlaku baik padanya, jangan kau membenci dan memusuhinya. Memang kita harus untuk memilih siapa yang hendak menjadi shahabat, tapi itu bukan berarti kita harus membeda-bedakan antara satu orang dengan lainnya. Ini dalam artian jangan kau jauhi orang yang tidak menjadi shahabatmu karena memang ia tidak layak menjadi shahabatmu, tapi jangan pula kau jadikan shahabat, jadikanlah ia objek yang hendak kau bawa pada jalan yang benar hingga kau kelak berharap dapat merangkulnya menjadi shahabatmu.

Tapi jalan ini berbahaya dan penuh rintangan, kau harus berhati-hati. Sebab, bisa jadi nawaitumu baik, hendak merangkulnya ke jalan yang kamu kehendaki, namun karena kecerobohan malah kau yang terseret dan dirangkulnya. Untuk itu hati-hati, kau harus tahu rambu-rambu yang harus ditempuh dalam pershahabatan, dan rambu-rambu memperlakukan seseorang yang telah jadi shahabat serta rambu-rambu seseorang yang hendak dijadikan shahabat.

Rambu itu jelas, nyata dan telah digariskan. Cukup kau jadikan pemahaman pershahabatan yang telah -perkehidupan Rasulullah saw., dalami Sirah Nabawiyah. Pahamilah kehidupan para shahabat dalam menunaikan hak pershahabatan, bacalah kitab-kitab ulama yang menjelaskan panjang lebar dalam hal ini.

Jangan kau berpegang pada prinsip pershahabatan yang tidak memiliki landasan yang jelas, atau kau berpedoman pada prinsip pershahabatan yang diajarkan dalam dongeng –dongeng penuh mitos, apalagi hanya merujuk pada perilaku yang umum dilakukan manusia. Sebab semua itu tidak menjadi jaminan akan hakikat pershahabatan yang sesungguhnya.

Ketahuilah …, kau punya contoh, kau punya keteladanan, kau punya warisan mutiara yang berharga dalam meniti pershahabatan, cukup kau berpegang padanya. Itulah keteladanan Rasulullah saw., para shahabat beliau, hingga catatan pena dan tintanya ulama.


Disana kau akan temukan, bagaimana cara memperlakukan seorang yang beriman dalam pershabatan. Disana kau akan terkagum-kagum bagaimana hebatnya keutamaan memperlakukan orang beriman dalam pershahabatan.