WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Kamis, 26 Januari 2012

Catatan Perjalanan Hiking XI PK MAN Maninjau 1433 H


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Puji syukur hanya milik Allah swt, shalawat tercurah buat Rasulullah saw.

Catatan kenangan bersama orang-orang yang Ana cintai, kelas XI PK MAN Maninjau 1433 H.
Alam menunjukkan pesonanya, reranting dan dedaunan bersinergi menyambut pagi  yang indah memukau, hari itu tanggal 29 Shafar 1433 H sekelompok generasi  muda berkumpul di depan Masjid Ummul Qura Bancah, Maninjau. Kehadiran mereka cukup menarik perhatian orang yang lalu lalang ditengah jalan beraspal antara Maninjau dan Sungai Batang.



Ya, Insya Allah kelak itulah rombongan anak-anak para perindu dakwah Ilalllah. Hari itu mereka telah menancapkan nawaitu, akan terlaksana sebuah program, program yang mungkin bagi sebagian anak ABG program main-main dan hura-hura, program yang mungkin ada yang menganggap sebagai pelampiasan rasa kekesalan karena telah berhari-hari dijejali  rumus-rumus ilmu pengetahuan dibangku sekolah, tapi … tunggu dulu, bagi segerombolan generasi ini, program tersebut merupakan program yang telah ditata dengan ruh ukhuwah, program yang dibimbing oleh guru-guru mereka, program yang telah lama dirancang dan dipikirkan dengan akal sehat. Program itu adalah “ HIKING ”, menembus semak belukar, menikmati harumnya aroma dedaunan rimba belantara, menyusuri jalan-jalan setapak  hingga mendaki tingginya puncak dan menuruni dalamnya lembah, menyeberangi derasnya air sungai dan meniti titian-titian maut yang menunggu siapa saja untuk menjadi mangsa empuknya. Semua itu untuk satu tujuan besar, menjalin ikatan persaudaraan yang kuat dalam satu ranah kekeluargaan keluarga besar kelas XI Program Keagamaan ( PK ) MAN Maninjau.



Perjalananpun dimulai, diiringi lantunan-lantunan nasyid haroki, setapak demi setapak pematang sawah ditelusuri, hingga mendaki perbukitan  menuju sebuah kampung yang perumahannya didominasi rumah kosong, itulah Kubu Gadang. Terus mendaki mencapai  perkampungan yang disebut Panji. Sampai disanakah ??? OOOooo… tidak shahabat, pendakian dilanjutkan, medan yang ditempuh sudah mulai terasa berat, jika sebelumnya perjalanan hanya dihadang oleh tingginya pendakian, namun perjalanan ini membutuhkan kehati-hatian, berjalan ditepian tebing yang di bawahnya air sungai dangkal berbatu. Sementara jalan  ditepian tebing hanya sebatas jalan setapak, yang bisa saja menyebabkan kemungkinan terpeleset, karena jalan ini dibuat secara permanen dari semen.



Subhaanallaah !!! Begitu besar nikmat yang diberikan oleh Allah swt kepada hamba-Nya, rombongan masih diberikan kesempatan oleh Allah swt untuk melanjutkan perjalanan, mendaki bukit terjal, ada yang cepat, namun ada juga yang tertatih mendakinya. Tapi semua itu bermuara pada sebuah kesimpulan. Alhamdulillaahirabbil’aalamiin. Akhirnya rombongan sampai di wilayah Ambun Pagi. Wilayah yang jika ditempuh melalu jalan umum akan dapat dicapai melalui kelok 44.
Waktu menunjukkan sekitar jam dua belas siang, matahari sudah terasa terik,  Subhaanallaah, hamparan Danau Maninjau begitu memukau memancarkan pesona.Dari wilayah ini tampak jelas keindahan Danau Maninjau dengan kharismanya  yang membuat lidah ini berdecak kagum, dan akan membuat seorang muslim mengucapkan kata : “ Subhaanallaah, Subhaanallaah ”



Jika ada yang mengatakan pesona Danau Maninjau akan terasa nyata jika dilihat melalui “ Puncak Lawang ” , maka dari Ambun Pagipun tidak kalah mempesona keindahannya, yang terpenting dari sudut mana kita memandang keindahan tersebut ???



Ada hal menarik yang tidak boleh dilupakan, rombongan mendapat suguhan luar biasa dari wali murid salah seorang anggota rombongan, makan kolak labu, naneh, dan satu lagi suguhan batangan “ TABU ” dari salah seorang saudara dari anggota rombongan. Semoga Allah swt membalas dengan kebaikan.
Prosesi kegiatan mencapai garis finish disebuah panorama yang belum  mencapai kesempurnaan pengelolaannya. Untuk sampai pada lokasi ini, diharuskan kembali untuk mendaki, bisa melalui jalur memotong  “ Parak Tabu ” di jalan Ambun Pagi, atau melalui  gerbang lokasi “ Ambun Tanai ” .

Semoga perjalanan ini menjadi kesan penting dalam menanamkan ruh Ukhuwah Islamiyah antar sesama saudara XI PK MAN Maninjau 1433 H, dan semoga perjalanan ini menjadi meomentum berharga bahwa persaudaraan dan kebersamaan yang diikat oleh rasa cinta karena Allah swt menjadi suatu keharusan,
Semoga kelak, antum menjadi sosok generasi yang Ana banggakan, generasi RABBANI, generasi yang tidak sombong akan kecerdasannya, generasi yang tidak angkuh akan potensi diri, generasi yang memahami dengan kesungguhan jiwa bahwa Islam adalah agama yang harus diperjuangkan, generasi yang berani berkata benar dalam kondisi apapun, tentunya generasi yang menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman, generasi yang belajar kitab dan mengajarkannya.

Takbiiiii…………………………………………..r !!!!

Ditulis oleh sosok yang mencintai antum semua …Semoga kita dipertemukan dijalan dakwah. 

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar