Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Puji syukur hanya milik Allah swt, shalawat tercurah buat
Rasulullah saw.
Catatan kenangan bersama orang-orang yang Ana cintai, kelas
XI PK MAN Maninjau 1433 H.
Alam menunjukkan pesonanya, reranting dan dedaunan
bersinergi menyambut pagi yang indah
memukau, hari itu tanggal 29 Shafar 1433 H sekelompok generasi muda berkumpul di depan Masjid Ummul Qura
Bancah, Maninjau. Kehadiran mereka cukup menarik perhatian orang yang lalu
lalang ditengah jalan beraspal antara Maninjau dan Sungai Batang.
Ya, Insya Allah kelak itulah rombongan anak-anak para
perindu dakwah Ilalllah. Hari itu mereka telah menancapkan nawaitu, akan
terlaksana sebuah program, program yang mungkin bagi sebagian anak ABG program
main-main dan hura-hura, program yang mungkin ada yang menganggap sebagai
pelampiasan rasa kekesalan karena telah berhari-hari dijejali rumus-rumus ilmu pengetahuan dibangku
sekolah, tapi … tunggu dulu, bagi segerombolan generasi ini, program tersebut
merupakan program yang telah ditata dengan ruh ukhuwah, program yang dibimbing
oleh guru-guru mereka, program yang telah lama dirancang dan dipikirkan dengan
akal sehat. Program itu adalah “ HIKING ”, menembus semak belukar, menikmati
harumnya aroma dedaunan rimba belantara, menyusuri jalan-jalan setapak hingga mendaki tingginya puncak dan menuruni
dalamnya lembah, menyeberangi derasnya air sungai dan meniti titian-titian maut
yang menunggu siapa saja untuk menjadi mangsa empuknya. Semua itu untuk satu
tujuan besar, menjalin ikatan persaudaraan yang kuat dalam satu ranah
kekeluargaan keluarga besar kelas XI Program Keagamaan ( PK ) MAN Maninjau.
Perjalananpun dimulai, diiringi lantunan-lantunan nasyid
haroki, setapak demi setapak pematang sawah ditelusuri, hingga mendaki
perbukitan menuju sebuah kampung yang
perumahannya didominasi rumah kosong, itulah Kubu Gadang. Terus mendaki
mencapai perkampungan yang disebut
Panji. Sampai disanakah ??? OOOooo… tidak shahabat, pendakian dilanjutkan,
medan yang ditempuh sudah mulai terasa berat, jika sebelumnya perjalanan hanya
dihadang oleh tingginya pendakian, namun perjalanan ini membutuhkan
kehati-hatian, berjalan ditepian tebing yang di bawahnya air sungai dangkal
berbatu. Sementara jalan ditepian tebing
hanya sebatas jalan setapak, yang bisa saja menyebabkan kemungkinan terpeleset,
karena jalan ini dibuat secara permanen dari semen.
Subhaanallaah !!! Begitu besar nikmat yang diberikan oleh
Allah swt kepada hamba-Nya, rombongan masih diberikan kesempatan oleh Allah swt
untuk melanjutkan perjalanan, mendaki bukit terjal, ada yang cepat, namun ada
juga yang tertatih mendakinya. Tapi semua itu bermuara pada sebuah kesimpulan.
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin. Akhirnya rombongan sampai di wilayah Ambun
Pagi. Wilayah yang jika ditempuh melalu jalan umum akan dapat dicapai melalui
kelok 44.
Waktu menunjukkan sekitar jam dua belas siang, matahari
sudah terasa terik, Subhaanallaah,
hamparan Danau Maninjau begitu memukau memancarkan pesona.Dari wilayah ini
tampak jelas keindahan Danau Maninjau dengan kharismanya yang membuat lidah ini berdecak kagum, dan
akan membuat seorang muslim mengucapkan kata : “ Subhaanallaah, Subhaanallaah ”
Jika ada yang mengatakan pesona Danau Maninjau akan terasa
nyata jika dilihat melalui “ Puncak Lawang ” , maka dari Ambun Pagipun tidak
kalah mempesona keindahannya, yang terpenting dari sudut mana kita memandang
keindahan tersebut ???
Ada hal menarik yang tidak boleh dilupakan, rombongan
mendapat suguhan luar biasa dari wali murid salah seorang anggota rombongan,
makan kolak labu, naneh, dan satu lagi suguhan batangan “ TABU ” dari salah
seorang saudara dari anggota rombongan. Semoga Allah swt membalas dengan
kebaikan.
Prosesi kegiatan mencapai garis finish disebuah panorama
yang belum mencapai kesempurnaan pengelolaannya.
Untuk sampai pada lokasi ini, diharuskan kembali untuk mendaki, bisa melalui
jalur memotong “ Parak Tabu ” di jalan
Ambun Pagi, atau melalui gerbang lokasi
“ Ambun Tanai ” .
Semoga perjalanan ini menjadi kesan penting dalam menanamkan
ruh Ukhuwah Islamiyah antar sesama saudara XI PK MAN Maninjau 1433 H, dan
semoga perjalanan ini menjadi meomentum berharga bahwa persaudaraan dan
kebersamaan yang diikat oleh rasa cinta karena Allah swt menjadi suatu
keharusan,
Semoga kelak, antum menjadi sosok generasi yang Ana
banggakan, generasi RABBANI, generasi yang tidak sombong akan kecerdasannya,
generasi yang tidak angkuh akan potensi diri, generasi yang memahami dengan
kesungguhan jiwa bahwa Islam adalah agama yang harus diperjuangkan, generasi
yang berani berkata benar dalam kondisi apapun, tentunya generasi yang
menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman, generasi yang belajar kitab
dan mengajarkannya.
Takbiiiii…………………………………………..r !!!!
Ditulis oleh sosok yang mencintai antum semua …Semoga kita
dipertemukan dijalan dakwah.
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar