WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Selasa, 21 April 2015

Catatan Untuk Istriku Yang Tercinta (Laila Nisa) : Romantisme Kisah Cinta Kita

Istriku …

Ternyata segala sesuatu keindahan yang kita lihat dalam dunia ini, yang mungkin keindahan itu berada dalam ranah ide-ide atau dalam cerita dongeng, terutama tentang kisah-kisah romantisme, sekali lagi …ternyata, bukan kisah tak bermakna yang tak bisa diwujudkan apalagi dirasakan.

Jika …
Selama ini aku mungkin lebih banyak menemukan keindahan-keindahan kisah cinta yang bergelora dalam pahatan-pahatan kata para sastrawan ataupun penyair yang bisa jadi menurut sebagian hanyalah suatu khayalan imajinasi yang sulit diwujudkan dalam dunia nyata. Tapi …duhai…istriku …coba engkau dengar dan perhatikan apa yang hendak kuungkapkan padamu, tentang perasaan yang bergelora dalam kalbuku yang terdalam.  Aku ingin mengatakan padamu kisah romantisme itu ada dalam kehidupan kita, kehidupan kita yang seiring berjalannya waktu diluapi keindahan asmara yang begitu indah memukau.  Jiwaku merasa tenang kala berada didekatmu, kepulanganku untuk menemuimu adalah perasaan yang begitu indah, kerinduanku kala berada jauh darimu adalah mozaik-mozaik kehidupanku yang membuat aku merasakan buah pernikahan kita adalah buah terindah yang semoga bermaniskan taqwa.
Ketahuilah …godaan hidup bagi seorang laki-laki adalah kala dihadirkan kepadanya sosok perempuan yang cantik dan memukau, sehingga membawa pikiran dan jiwanya terbang pada angan-angan semu, jika tak sanggup menahan godaan itu, pikirannya akan terpedaya, hatinya akan rusak dan saksikanlah kesudahan orang-orang yang terpedaya dengan hal tersebut. Sungguh senjata ampuh bagi syetan untuk memperdayakan kaum lelaki adalah melalui pengaruh kaum hawa, karena memang dalam diri kaum hawa gambaran tentang keindahan begitu banyak dan memang sangat memperdaya.

Dan …
Aku laki-laki, dan tak mungkin akupun akan diperdaya oleh godaan itu, aku manusia yang tentunya juga menjadi musuh syetan. Tapi …duhai istriku …engkau telah melemahkan segala godaan itu, engkau telah menguatkan pondasi hidupku, bahkan engkau telah menjadi terdepan yang ikut meluluhlantakkan godaan tersebut hingga hancur berkeping-keping. Ya, kau hancurkan godaan itu dengan sikap dan caramu yang membuat aku tak tergoda dengan perempuan manapun, kau hadir dalam kehidupanku sebagai sosok istri yang begitu membuat aku harus mengakui engkau adalah perempuan terbaik yang memiliki harga diri yang takkan sanggup perempuan manapun untuk bercokol dalam hatiku.  Dengan demikian, engkau telah menjagaku dari godaan besar dalam hidup.

Duhaaa…iii…Lailaku…hanya engkau yang memenuhi relung-relung kalbuku, kau bangun kisah cinta kita layaknya kisah cinta dalam dunia sastra, kau goreskan tinta-tinta asmara kita dalam sastra keindahan kehidupan kita yang selalu membuat aku terkagum-kagum dengan dirimu.  Tak berlebihan jika aku memberikan contoh bagaimana kau begitu memukau diriku hingga tak mampu membuat aku terpedaya dengan perempuan manapun. Kala aku pulang, kau sambut dengan senyuman, kau ambil alih peralatan yang kubawa, sedikitpun, tak tampak dari rona wajahmu rasa berat untuk melakukannya bahkan pancaran keikhlasan yang menghiasi wajahmu yang memang harus aku akui, sangat cantik. Bukankah semua itu mungkin sering kita temukan dalam cerita-cerita dongeng atau novel yang jarang kita temukan dalam dunia nyata? Tapi kau telah mewujudkannya untukku.

Lalu, jika pulang adalah tempat aku mendapatkan kebahagiaan, jika istriku adalah puncak kebahagiaan, dan rumah tempat kita berteduh penuh dengan kedamaian, bermanfaatkah segala godaan diluar sana? Bermanfaatkah jarring-jaring syetan serapat apapun untuk memperangkapku?

Pesonamu Laila-ku membumbung ke awan
Tinggi pada puncak ketinggian kemuliaan
Malamku adalah kerlipan bintang yang kau taburkan
Menghiasi keindahan munajat pada Tuhan Pemilik Alam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar