WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Kamis, 09 Agustus 2012

Dialog di Shubuh Buta


Mengapa kau berkokok sepagi buta ini wahai Ayah
Tanya si anak Ayam heran
Tidakkah kau tahu untuk ini kita diciptakan
Oh ya, untuk membuat keributan dipagi buta ?
Sang Ayah tertawa
Ya, ya, keributan untuk orang yang lalai
Untuk orang yang lalai ?
Lalai dalam memaknai hidup
Tapi berkah untuk orang yang ta’at
Aku tak mengerti
Suatu saat kau akan mengerti
Inilah kewajibanmu kelak
Berkokok dipagi buta ?
Ah aku tak bersedia
Bukankah tanda kebaikan membawa manfaat untuk alam sekitar ?
Berkokok dipagi buta hanya merusak suasana Alam
Memang engkau belum mengerti Anakku
Tercenung
Allaahu Akbar Allaahu Akbar
Suara azan itu mengagetkan si anak
Aduhai
Benar kata ayah
Hanya untuk orang lalai kokokan membuat keributan
Tapi tidak untuk yang taat
Jikalau tidak berkokok siapa yang akan membangunkan muazin itu ?
Hanya untuk yang taat
Bukan untuk yang lalai
Sudah kukatakan suatu saat kau akan mengerti

Terkadang
Banyak mereka itu yang tidak mengerti
Dan memang tidak mau mengerti
Tentang kita
Mengapa kita harus berkokok tiap subuh buta

Maninjau, 07 Jumadil Akhir 1433 H
Oleh : W. Khatib Bandaro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar