Mengapa kau berkokok sepagi buta ini
wahai Ayah
Tanya si anak Ayam heran
Tidakkah kau tahu untuk ini kita
diciptakan
Oh ya, untuk membuat keributan dipagi
buta ?
Sang Ayah tertawa
Ya, ya, keributan untuk orang yang lalai
Untuk orang yang lalai ?
Lalai dalam memaknai hidup
Tapi berkah untuk orang yang ta’at
Aku tak mengerti
Suatu saat kau akan mengerti
Inilah kewajibanmu kelak
Berkokok dipagi buta ?
Ah aku tak bersedia
Bukankah tanda kebaikan membawa manfaat
untuk alam sekitar ?
Berkokok dipagi buta hanya merusak
suasana Alam
Memang engkau belum mengerti Anakku
Tercenung
Allaahu Akbar Allaahu Akbar
Suara azan itu mengagetkan si anak
Aduhai
Benar kata ayah
Hanya untuk orang lalai kokokan membuat
keributan
Tapi tidak untuk yang taat
Jikalau tidak berkokok siapa yang akan
membangunkan muazin itu ?
Hanya untuk yang taat
Bukan untuk yang lalai
Sudah kukatakan suatu saat kau akan
mengerti
Terkadang
Banyak mereka itu yang tidak mengerti
Dan memang tidak mau mengerti
Tentang kita
Mengapa kita harus berkokok tiap subuh
buta
Maninjau, 07
Jumadil Akhir 1433 H
Oleh : W. Khatib
Bandaro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar