WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Senin, 27 Agustus 2012

Halal bi Halal PK MAN Maninjau, Rajut kebersamaan di Tepian Danau Maninjau


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi  Wabarakaatuh
Puji syukur kepada Allah swt telah menunjuki kami jalan hidayah Islam yang terang benderang, yang telah menyatukan ikatan batin kami sesama saudara se-Iman, yang telah menunjuki kami pada kebenaran yang hakiki, yang telah membimbing kami hingga tergabung dalam kafilah panjang pejuang para penegak risalah Islam.

Shalawat tercurah buat sang panutan kami, Rasulullah saw, tak ada satupun sosok yang lebih agung dari pada diri beliau, sosok yang telah mengantarkan kami hingga mengecapnya manisnya hidup dengan saudara seaqidah, sosok yang telah mengajarkan kami bagaimana mencintai sesama saudara, sosok keteladanan yang mana dari sisi manapun dari diri beliau berbuah keteladanan berharga yang tak ternilai dengan kesenangan apapun yang ditawarkan dunia ini. Allahumma Shalli’ala Muhammad wa ‘ala ali  Muhammad.



Ada semacam kebahagiaan tersendiri bagi Ana, kala mengungkapkan kesan-kesan yang ditimbulkan terhadap anak-anak didik Ana, khususnya jurusan Program Keagamaan ( PK ) MAN Maninjau, mereka adalah penawar jiwa kala gelisah, penyejuk mata yang perih, oase ditengah kegersangan hidup yang mendera. Kehadiran mereka dalam hidup Ana bak cahaya lentera ditengah gelapnya malam gulita. Ana selalu rindu dengan mereka, bercenggkrama tentang kisah sufi, dialog lepas seputar indahnya Islam, diskusi yang terkadang membuat kepala panas, berbagi ilmu, saling tukar pendapat, termasuk tukar makanan, ha…ha,,, ha…, balanjuang, hobi yang kami gemari, tentunya tetap dalam koridor manfaat, tak ada istilah bagi kami sesuatu yang sia-sia, selalu kami upayakan menghadirkan makna. Disanalah tautan hati itu terajut, ikatan kasih sayang terpatri kuat, rasa cinta yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hanya jiwa kami yang dapat merasakan. Sungguh indah hidup dalam sebuah komunitas muslim yang sama-sama menyadari kemusliman, dan punya komitmen dalam memperjuangkan kemusliman tersebut. Ya, itulah kebersamaan kami, kebersamaan yang mengejewantah dalam bentuk Ukhuwah Islamiyah. Karena memang demikianlah yang diajarkan Rasulullah saw.


Hari ini, lagi-lagi kesan itu timbul, sebuah kegiatan tahunan yang telah mentradisi bagi kami, keluarga besar jurusan agama, baik kala bernama IAI maupun telah berubah wujud menjadi PK, kegiatan” HALAL BI HALAL “ dalam momentum mengambil nilai-nilai dari pada ‘Idul Fitri. Jika selama ini kami hanya melaksanakannya di lingkungan madrasah, hari ini agak beda, kami tunaikan di alam bebas, ditepian danau Maninjau yang permai.




Disaksikan pohon beringin  dengan daun  yang telah berguguran, air danau yang tenang, serta cahaya sinar matahari yang tidak terlalu membakar, perhelatan akbar itu kami gelar, dengan persediaan seadanya, kue rayo dibawa oleh beberapa anak PK, ditemani air minum gelas, ikatan persaudaraan menyeruak, kebersamaan yang telah dibangun semakin kental, jiwa-jiwa Islami seakan mengalir dalam tubuh kami. Disinilah persaudaraan itu terasa bermakna. Tak ada istilah strata sosial, yang ada saling menghargai dan mencintai sesama keluarga besar PK.  Tahukah antum, apa yang membuat kami bisa melakukan ini ? Tiada lain, karena apa yang kami lakukan adalah atas nama Islam, kami berjuang untuk Islam, kami berbuat untuk Islam, karena kami adalah seorang muslim. Maka lihatlah bagaimana balasan yang diberikan Allah swt. Kami selalu diberi keberkahan, apapun komentar orang terhadap kami, tak penting, karena bagi kami, karena kami adalah seorang muslim, maka kami akan berbuat untuk kemusliman kami.


Bagi kami jurusan PK adalah jalan kami untuk mencapai tujuan, bukan sekedar pilihan semudah membalik telapak tangan, atau hanya sekedar iseng-iseng belaka.  Pilihan kami akan PK adalah pilihan hati yang tertambat jiwa ini untuk memperjuangkan Islam, walau mungkin kami tidak tahu, dan entah dari mana kami memulainya, namun yang jelas, pada titik tempat kami berpijak, kami telah bertekad, memperjuangkan Islam adalah sebuah kewajiban, diantaranya dengan mempelajari Islam itu dengan sungguh-sungguh.
Kami diajarkan, agama ini akan tegak kala kita mampu menunaikannya secara berjamaah, dengan kesatuan yang bulat dan semangat pantang menyerah. Maka disinilah kami mencoba merajutnya. Kalaupun ada diantara kami yang tersandung ( maleset ) dalam jalan ini, bahkan mungkin terkapar, itu hal yang tidak bisa dipungkiri, karena hidup itu tak selalu datar, hanya saja dalam hal ini, kami yakin Allah swt tidak akan sia-sia dalam urusan yang telah ditetapkannya. Karena kami yakin, ada hikmah yang tersembunyi dibalik semua itu.
Cacian dan hujatan merupakan pernak-pernik dan bunga-bunga yang akan membuat perjalanan perjuangan ini menjadi indah, bukankah dengan adanya tantangan itu perjuangan akan terasa mengesankan ? Oh, Subhaanallaah, sungguh Allah swt begitu Maha Luar Biasa mengatur jalannya roda kehidupan.

Thank's, untuk adik-adikku PK, kalian adalah jiwa-jiwa yang Ana banggakan, kalian adalah sosok yang dirindukan, kalian adalah mimpi-mimpi Ana, kalian adalah pemicu lahirnya tonggak peradaban Islam, berjuanglah, jaga hatimu agar tetap ikhlas, gemarkan diri dengan ibadah, belajar tentang Islam dengan penuh kesungguhan, niscaya, Insya Allah, Allah swt akan membentangkan pada kalian kenikmatan jalan yang tidak akan dirasakan oleh oran-orang yang lalai.

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi  Wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar