WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Sabtu, 25 Agustus 2012

Pelajaran Mahfuzhat : Murah Hati Itu Terpuji


Mahfuzhat :

اَلْحَلِمُ مَحمُوْدٌ

( Murah Hati Itu Terpuji )
Penjelasan :

Kita diberikan nafas untuk hidup, diberikan panca indra untuk melangsungkan tugas di permukaan bumi sebagai khalifah, diberikan akal untuk mencerna apa yang harus dilakukan, di utus Rasul sebagai penunjuk jalan, pada Rasul itu diberikan pedoman hidup berupa al-Quran.  Siklus hidup kita berputar diantara hal tersebut dan semuanya terletak pada hati.

Kala nafas dihembuskan, panca  indra berjalan normal, akal telah sempurna (baligh), telah sampai risalah Rasul, maka jatuhlah beban hidup pada kita. Setiap pelaksanaan beban melahirkan konsekwensi ( akibat ), segala tingkah laku akan dinilai, hasil nilai akan mendapatkan balasan, surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai ataukah neraka yang apinya menyala-nyala.

Ketahuilah semua itu berporos pada hati. Setiap yang dilakukan berpangkal dari hati. Kala seseorang bertindak, berbuat dan melakukan segala aktifitas hakikatnya adalah akibat dari perintah hatinya. Kecuali hal dilakukan tanpa sengaja, maka hati berlepas diri dari padanya. Jika perbuatan seseorang itu baik, pertanda hatinya baik, namun jika sebaliknya, demikianlah hatinya.

Dapatlah kita pahami, dalam konsep hablumminannas ( merajut hubungan sesama manusia ), kedudukan manusia dimata manusia yang lain berada pada hatinya, walaupun hati itu sendiri tidak tampak, tapi orang bisa menilai hati seseorang melalui perbuatannya, sebab perbuatan itu lahir dari perintah hati. Sehingga ada ungkapan yang sering kita dengar “ orang tersebut baik hati ”, padahal orang yang berbicara tidak mampu melihat hati orang yang diibicarakannnya. Ini bukti bahwa hati manusia itu dapat diketahui melalui perbuatannya.

Untuk membuktikannya, rasakan saja pada diri kita sendiri, kala kita hendak melakukan sesuatu apa yang pertama kali menggerakkan perintahkan perbuatan kita tersebut ? Jelas, hatilah yang memerintahkannya. Makanya kala kita tidak hendak melakukan sesuatu namun dipaksa oleh sesuatu hal, maka terasa sakit dalam hati kita, karena hakikatnya hati kita tidak hendak melakukannya, namun dilakukannya juga, sehingga terasa sakit.

Ini pengertian makna hati secara sederhana dan normal, diluar itu, bukan disini pembahasan yang kita maksud, seperti adanya orang yang lain dihati, lain pula dimulut. Butuh pembahasan tersendiri masalah ini. Cukup kita ambil pengertian secara normal tadi.

Mengingat hati seseorang itu dapat diketahui melalui perbuatannya, maka bersihkanlah hati dari segala keinginan yang tidak baik, agar melahirkan perbuatan yang baik, kala perbuatan itu baik, maka akan diterima hati itu dihati manusia, kala hati memiliki kedudukan di hati manusia, maka manusia itu akan menjadi terpuji dalam lingkungannya, kala terpuji dalam lingkungan manusia, berarti kita telah mewujudkan konsep hablumminannas ( hubungan sesama manusia ) dengan baik, sebagai konsep ajaran Islam yang begitu mulia. Inilah kiranya makna Mahfuzhat “ MURAH HATI ITU TERPUJI ”


Keterangan :
Sumber Mahfuzhat : K.H. Aslam Zakaria dan Abd. Halim Manaf B.A, Buku Pelajaran Mahfuzhat I (Bandung: C.V Sulita, 1971 ), Cet. Ke-2

Penulisan Format Tulisan Arab : Freeware Arabic Unicode text editor ©2007 by Ebta Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar