Mahfuzhat
:
اَلْحَلِمُ مَحمُوْدٌ
( Murah Hati Itu Terpuji )
Penjelasan :
Kita diberikan nafas untuk hidup,
diberikan panca indra untuk melangsungkan tugas di permukaan bumi sebagai
khalifah, diberikan akal untuk mencerna apa yang harus dilakukan, di utus Rasul
sebagai penunjuk jalan, pada Rasul itu diberikan pedoman hidup berupa al-Quran.
Siklus hidup kita berputar diantara hal
tersebut dan semuanya terletak pada hati.
Kala nafas dihembuskan, panca indra berjalan normal, akal telah sempurna
(baligh), telah sampai risalah Rasul, maka jatuhlah beban hidup pada kita. Setiap
pelaksanaan beban melahirkan konsekwensi ( akibat ), segala tingkah laku akan
dinilai, hasil nilai akan mendapatkan balasan, surga yang dibawahnya mengalir
sungai-sungai ataukah neraka yang apinya menyala-nyala.
Ketahuilah semua itu berporos pada hati.
Setiap yang dilakukan berpangkal dari hati. Kala seseorang bertindak, berbuat
dan melakukan segala aktifitas hakikatnya adalah akibat dari perintah hatinya.
Kecuali hal dilakukan tanpa sengaja, maka hati berlepas diri dari padanya. Jika
perbuatan seseorang itu baik, pertanda hatinya baik, namun jika sebaliknya,
demikianlah hatinya.
Dapatlah kita pahami, dalam konsep
hablumminannas ( merajut hubungan sesama manusia ), kedudukan manusia dimata
manusia yang lain berada pada hatinya, walaupun hati itu sendiri tidak tampak,
tapi orang bisa menilai hati seseorang melalui perbuatannya, sebab perbuatan
itu lahir dari perintah hati. Sehingga ada ungkapan yang sering kita dengar “
orang tersebut baik hati ”, padahal orang yang berbicara tidak mampu melihat hati
orang yang diibicarakannnya. Ini bukti bahwa hati manusia itu dapat diketahui
melalui perbuatannya.
Untuk membuktikannya, rasakan saja pada
diri kita sendiri, kala kita hendak melakukan sesuatu apa yang pertama kali
menggerakkan perintahkan perbuatan kita tersebut ? Jelas, hatilah yang
memerintahkannya. Makanya kala kita tidak hendak melakukan sesuatu namun
dipaksa oleh sesuatu hal, maka terasa sakit dalam hati kita, karena hakikatnya
hati kita tidak hendak melakukannya, namun dilakukannya juga, sehingga terasa
sakit.
Ini pengertian makna hati secara sederhana
dan normal, diluar itu, bukan disini pembahasan yang kita maksud, seperti
adanya orang yang lain dihati, lain pula dimulut. Butuh pembahasan tersendiri
masalah ini. Cukup kita ambil pengertian secara normal tadi.
Mengingat hati seseorang itu dapat
diketahui melalui perbuatannya, maka bersihkanlah hati dari segala keinginan
yang tidak baik, agar melahirkan perbuatan yang baik, kala perbuatan itu baik,
maka akan diterima hati itu dihati manusia, kala hati memiliki kedudukan di
hati manusia, maka manusia itu akan menjadi terpuji dalam lingkungannya, kala
terpuji dalam lingkungan manusia, berarti kita telah mewujudkan konsep
hablumminannas ( hubungan sesama manusia ) dengan baik, sebagai konsep ajaran
Islam yang begitu mulia. Inilah kiranya makna Mahfuzhat “ MURAH HATI ITU
TERPUJI ”
Keterangan :
Sumber Mahfuzhat : K.H. Aslam Zakaria dan
Abd. Halim Manaf B.A, Buku Pelajaran Mahfuzhat I (Bandung: C.V Sulita,
1971 ), Cet. Ke-2
Penulisan Format Tulisan Arab : Freeware Arabic Unicode text editor
©2007 by Ebta Setiawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar