Puji syukur kepada Allah swt, shalawat buat Rasulullah saw.
Jika ngebahas masalah ukhuwah di PK
MAN Maninjau …selalu aja ada jalan untuk
merajutnya, tak perlulah cari momentum segala untuk mewujudkannya, yang penting
hati, jika telah tertaut dalam suatu ikatan akan indahnya cinta dalam Islam maka jalan ukhuwah akan terbentang
lebar.
Niii… lagi….lagi… PK menoreh catatan
sejarah, sejarah PK yang kelak semoga menjadi prasasti, bahwa PK bukan sekedar
lembaga institusi pendidikan pada umumnya, tapi sebuah lembaga dakwah yang di
dalamnya terikat ikatan bathin para insan yang memiliki cita-cita besar untuk
memahami Islam bukan sekedar kulit belaka tapi menghunjam pada substansi. Kelihatannya
sederhana apa yang dilakukan anak-anak PK, tapi dalam kesederhanaan itulah
lahir jiwa kebersamaan, saling mencintai, saling menopang, menguatkan dikala
lunglai, memapah kala tak berdaya, menasehati kala lupa. Bukankah ruh dari ukhuwah
itu saling mencintai sesama saudara se-Iman ???
Telah berlalu beberapa generasi dari
jurusan agama ini, dengan berbagai macam nama, belakangan namanya Ilmu Agama
Islam ( IAI ) dan terakhir PK ( Program Keagamaan ), dan telah banyak yang
ditoreh untuk menanamkan ruh Ukhuwah Islamiyah dalam jurusan ini. Kali ini
sebuah prestasi spektakuler, Adventure Ukhuwah, Tour Keliling Danau Maninjau,
29 Syawwal 1433 H.
Subhaanallaah, indahnya perjalanan ini, …
Seiring mentari pagi yang mulai membakar
kulit, anak-anak PK MAN Maninjau itu yang tergabung dalam dua generasi yang
kami sematkan: “ Generasi Rabbani ” dan “ Generasi Haraki ”, berkumpul di
lokasi kampus MAN Maninjau dengan kendaraan canggih masing-masing,
perjalananpun dimulai, menembus angin, menerobos hawa sejuk pagi yang menghiasi
cakrawala seputaran Danau Maninjau, jalan bertanjak dan bergelombang tak
menjadi aral yang melintang. Momen penting selama di perjalanan tak
terlewatkan. Menyambangi lokasi Museum rumah ulama besar Buya Hamka menjadi
kenangan berharga, setidaknya menjadi pemicu semangat dan belajar banyak dari
sosok hebat yang keulamaan beliau bukan hanya milik orang Indonesia, tapi
merambah pada dunia internasional.
Indahnya panorama Danau Maninjau, kala
disaksikan di atas kereta canggih ( sepeda ) yang melaju melintasi jalan
beraspal menimbulkan kesan tersendiri yang tidak cukup kiranya kertas untuk
menuliskannya, penyairpun mungkin akan bisu untuk merangkai kata-kata penuh
imajinasi, untuk sekedar menggambarkan keelokan alam yang secara harmoni
melantunkan nyayian penuh pesona. Pujangga akan terkapar tak berdaya,
terpesona, terpaku, tak tahu apa yang harus diucapkan, menyaksikan Danau
Maninjau yang memukau, lukisan agung Sang Maha Pencipta.
Sungguh Maha Hebatnya Allah swt mengatur prosesi hidup, yang akhirnya menyadarkan jiwa-jiwa yang menjadi hamba menyadari posisinya selaku hamba yang lemah dan membutuhkan saudara se-Iman untuk saling menopang. Ukhuwah Islamiyah, demikian Islam mengajarkan kami. Sebuah nilai agung yang begitu berharga, nilai yang dibawa Islam kepada umat manusia, bahwa hidup sesungguhnya tak akan sanggup dijalani dengan keangkuhan diri dan kesombongan yang selalu merasa diri segalanya.
Assalaamu'aalaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar