WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Rabu, 19 September 2012

Sepeda Santai Keliling Danau Maninjau PK MAN Maninjau

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Puji syukur kepada Allah swt, shalawat buat Rasulullah saw.


Jika ngebahas masalah ukhuwah di PK MAN  Maninjau …selalu aja ada jalan untuk merajutnya, tak perlulah cari momentum segala untuk mewujudkannya, yang penting hati, jika telah tertaut dalam suatu ikatan akan indahnya cinta dalam  Islam maka jalan ukhuwah akan terbentang lebar.

Niii… lagi….lagi… PK menoreh catatan sejarah, sejarah PK yang kelak semoga menjadi prasasti, bahwa PK bukan sekedar lembaga institusi pendidikan pada umumnya, tapi sebuah lembaga dakwah yang di dalamnya terikat ikatan bathin para insan yang memiliki cita-cita besar untuk memahami Islam bukan sekedar kulit belaka tapi menghunjam pada substansi. Kelihatannya sederhana apa yang dilakukan anak-anak PK, tapi dalam kesederhanaan itulah lahir jiwa kebersamaan, saling mencintai, saling menopang, menguatkan dikala lunglai, memapah kala tak berdaya, menasehati kala lupa. Bukankah ruh dari ukhuwah itu saling mencintai sesama saudara se-Iman ???


Telah berlalu beberapa generasi dari jurusan agama ini, dengan berbagai macam nama, belakangan namanya Ilmu Agama Islam ( IAI ) dan terakhir PK ( Program Keagamaan ), dan telah banyak yang ditoreh untuk menanamkan ruh Ukhuwah Islamiyah dalam jurusan ini. Kali ini sebuah prestasi spektakuler, Adventure Ukhuwah, Tour Keliling Danau Maninjau, 29 Syawwal 1433 H.


Subhaanallaah, indahnya perjalanan ini, …

Seiring mentari pagi yang mulai membakar kulit, anak-anak PK MAN Maninjau itu yang tergabung dalam dua generasi yang kami sematkan: “ Generasi Rabbani ” dan “ Generasi Haraki ”, berkumpul di lokasi kampus MAN Maninjau dengan kendaraan canggih masing-masing, perjalananpun dimulai, menembus angin, menerobos hawa sejuk pagi yang menghiasi cakrawala seputaran Danau Maninjau, jalan bertanjak dan bergelombang tak menjadi aral yang melintang. Momen penting selama di perjalanan tak terlewatkan. Menyambangi lokasi Museum rumah ulama besar Buya Hamka menjadi kenangan berharga, setidaknya menjadi pemicu semangat dan belajar banyak dari sosok hebat yang keulamaan beliau bukan hanya milik orang Indonesia, tapi merambah pada dunia internasional.


Indahnya panorama Danau Maninjau, kala disaksikan di atas kereta canggih ( sepeda ) yang melaju melintasi jalan beraspal menimbulkan kesan tersendiri yang tidak cukup kiranya kertas untuk menuliskannya, penyairpun mungkin akan bisu untuk merangkai kata-kata penuh imajinasi, untuk sekedar menggambarkan keelokan alam yang secara harmoni melantunkan nyayian penuh pesona. Pujangga akan terkapar tak berdaya, terpesona, terpaku, tak tahu apa yang harus diucapkan, menyaksikan Danau Maninjau yang memukau, lukisan agung Sang Maha Pencipta.

Dalam kelelahan yang mendera, kepenatan yang membuat paha terasa sulit untuk diangkat, keringat yang membasahi tubuh, fisik yang terasa daya tahannya menurun, disanalah rasa senasib, sepenanggungan, berbagi, memiliki arti. 




Sungguh Maha Hebatnya Allah swt mengatur prosesi hidup, yang akhirnya menyadarkan jiwa-jiwa yang menjadi hamba menyadari posisinya selaku hamba yang lemah dan membutuhkan saudara se-Iman untuk saling menopang. Ukhuwah Islamiyah, demikian Islam mengajarkan kami. Sebuah nilai agung yang  begitu berharga, nilai yang dibawa Islam kepada umat manusia, bahwa hidup sesungguhnya tak akan sanggup dijalani dengan keangkuhan diri dan kesombongan yang selalu merasa diri segalanya.

Assalaamu'aalaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh




Tidak ada komentar:

Posting Komentar