Ketahuilah …jihad adalah manifestasi kesungguhan
perjuangan. Ia memiliki rukun dan syarat. Ia adalah jalan untuk menegakkan
kalimat yang haq dan alat untuk menebas kebathilan. Ia thariqah (jalan)
untuk meninggikan Izzah Islam wal Muslimin (harga diri Islam dan kaum
muslimin). Ia adalah penyelamat umat manusia dari kezhaliman, ia datang membawa
kedamaian dan keselamatan jiwa insan yang mendiami alam semesta.
Pahamilah jihad sebagaimana Allah swt.
mengajarkannya di dalam al-Qur’an, pahamilah jihad sebagaimana Rasulullah saw.
mencontohkannya, dan pahamilah jihad sebagaimana para shahabat radhiyallaahu
‘anhum merealisasikannya.
Jangan kau palingkan makna jihad dari petunjuk al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw. Jangan kau palingkan makna jihad hanya dengan melihat kenyataan yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan jihad, namun menyimpang dari rambu-rambu aturan al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw. Dan jangan pula kau pahami makna jihad dari teori-teori pemikiran yang hanya berlandaskan akal dan hasil pemikiran manusia.
Sesungguhnya jihad membawa kedamaian bagi umat
manusia. Dengan jihad Rasulullah saw. menebarkan Islam yang rahmatallil’aalamiin
(rahmat bagi sekalian alam), dengan jihad para shahabat membebaskan manusia
dari kemusyrikan dan kejahiliyahan, dengan jihad para panglima-panglima tangguh
Islam membebaskan wilayah dari cengkraman kaum penjajah yang zhalim.
Tidakkah kau saksikan dalam lembaran sejarah
umat Islam yang gemilang, kala jihad menjadi pakaian mereka, kala jihad menjadi
cita-cita mereka, tak ada satupun wilayah yang dikuasai umat Islam melainkan
para penduduknya bersuka cita dengan kehadiran umat Islam yang datang dengan
jihadnya. Ini artinya, jihad adalah pembebasan, pembebasan akan kejahiliyahan,
pembebasan dari ketertindasan, pembebasan akan hak-hak kemanusiaan, bukan
penaklukan. Dan lebih dari itu jihad menjunjung nilai-nilai luhur kemanusiaan
agar manusia dapat hidup dengan layak dan dapat mengabdikan diri kepada Sang
Pencipta dengan penuh ketenangan tanpa adanya gangguan dan rasa was-was.
Untuk menumbuhkan semangat jihadmu, belajarlah
dari Sirah Nabawiyah, Sirah Shahabat, dan sejarah para panglima-panglima yang
tha’at, niscaya disana kau akan dapat menggali semangat jihad yang dikobarkan.
Sekaligus kau akan memahami rambu-rambu jihad secara hakikat serta kau akan
mengerti apa yang melatar belakangi besarnya animo para pendahulumu untuk
menggelorakan jihad.
Jangan kau terjebak dengan perdebatan, apa itu
jihad, definisi jihad dan apa yang dimaksud dengan jihad, tapi cukup kau
mencontoh bagaimana Rasulullah saw. telah mencontohkannya. Bagaimana para
shahabat telah menorehkannya, dan bagaimana para panglima-panglima Islam
memahaminya. Dari sanalah poros makna jihad itu teruji, dari sanalah definisi
jihad itu dapat diukur. Dan dari sana pula, sebagai bukti bahwa jihad memang
jalan yang mulia. Maka bercita-citalah untuk berjihad, dan berjihadlan dari apa
yang kau bisa, jika engkau memang hendak mendapatkan kemuliaan. Kemuliaan itu
memang harus kau dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar