WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Rabu, 27 Maret 2013

Memmori Generasi Haraki : Hiking in Dama Gadang 1434 H


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Puji syukur kepada Allah s.w.t, shalawat buat Rasullah s.a.w.

Ketahuilah … Islam agama yang membawa keselamatan dalam segala aspek kehidupan, dengan ber-Islam maka tertanam kewajiban untuk menunaikan segala kebajikan dalam bentuk apapun, jika ada yang mengatakan urusan Islam hanya urusan di Surau/Masjid, atau hanya untuk orang-orang tertentu, ooo… tidak. Ada tiga aspek yang harus dimiliki umat Islam, apabila ketiga aspek itu dapat dicover dengan cara yang bijak, maka nilai-nilai ke-Islaman seseorang akan nampak dalam kehidupannya, niscaya ia akan merasakan nikmatnya hidup dalam Islam, kala itu ia akan merasakan Islam benar-benar agama keselamatan.
Aspek tersebut berkolaborasi secara komprehensif dan tidak boleh mengambil satu aspek lalu mengabaikan aspek yang lain, dan semua itu akan diperoleh dengan upaya yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan, yakni :


Pertama : Tarbiyah Fikriyah, bagaimana membentuk pola pikir yang matang dalam hidup, berfikir positif akan hal-hal kebajikan dan muatannya adalah ilmu. Maka umat Islam harus memiliki ilmu, baik ilmu yang berupa fardhu ‘ain maupun ilmu yang berupa fardhu kifayah. Ilmu yang tidak hanya bermanfaat untuk diri namun juga bermanfaat untuk orang lain. Selaku muslim, menuntut ilmu syari’at (agama) merupakan  fardhu ‘ain, berdosa jika ada yang mengabaikan, sementara untuk ilmu yang sifatnya fardhu kifayah juga jangan sampai diabaikan, agar mampu berinteraksi dengan segala kondisi dengan syarat nawaitu juga harus dikembalikan untuk membangun nilai-nilai ke-Islaman itu sendiri.

Kedua, Tarbiyah Ruhiyah, penanaman nilai-nilai kejiwaan mental spiritual yang matang, hati yang ikhlas, tawadhu’ dan tunduk serta patuh akan aturan syari’at hingga mampu merealisasikan dengan penuh kesungguhan. Ruh umat Islam haruslah selalu dibangun dengan selalu berupaya mensucikan diri, dengan mempelajari Islam dengan benar, mengamalkan sehingga nampak pengaruhnya dalam kehidupan, membentuk akhlakul karimah.

Ketiga, Tarbiyah Jasadiyah, yakni membina jasad yang kuat dan tangguh. Para ulama shalafusshaleh telah memberikan keteladanan dalam hal ini, pejuang-pejuang Islam yang telah menoreh catatan-catatan gemilang dalam berbagai penegakkan izzah Islam wal muslimin cukup menjadi contoh tak terbantahkan. Umat Islam harus kuat secara fisik, sehat dan tangguh dalam segala kondisi.

Dalam mewujudkan  upaya inilah, keluarga besar PK (Program Keagamaan) MAN Maninjau mencoba mewujudkannya. PK bagi kami merupakan ladang bagi segala kebajikan yang dituntut Islam, belajar Islam dengan benar (tarbiyah fikriyah),  hal tersebut telah kami coba mewujudkannya, dengan selalu berupaya mempelajari Islam : Tafsir, Hadits, Akhlak Tasawuf, Fiqh/Usuhul Fiqh, Ilmu Kalam, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab serta Tahfizh, tanpa mengabaikan kelimuan lainnya, seperti ilmu kebahasaan dan ilmu pasti, serta ilmu sosial.
Sedangkan tarbiyah ruhiyah, kami mencoba membina diri selain memahami ilmu-ilmu ke-Islaman, kami perkaya dengan kegiatan yang menurut kami dapat lebih menguatkan ruh ke-Islaman, seperti MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) dan Rohis.


Dan tepatnya 12 Jumadil Awwal 1434 H, Alhamdulillaah, kami telah menunaikan sebuah proses tarbiyah jasadiyah, menelusuri semak belukar, menaiki dan menuruni lembah hutan belantara, dalam sebuah kegiatan Hiking, berlokasi di seputaran Dama Gadang, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Banyak hikmah yang dapat dijadikan i’tibar, selain dapat membentuk fisik yang kuat, juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, memang demikianlah Islam mengajarkan kepada kami bahwa orang mukmin itu bersaudara (Lihat Q.s. Al0Hujurat : 10), kebersamaan yang membentuk persaudaraan dalam perjalanan Hiking yang cukup melelahkan telah mampu mengikat dan mengokohkan kami. Aduhai … sungguh ukhuwah yang lahir dari nuansa Aqidah yang kokoh, itulah kenikmatan yang sulit untuk menggoreskannya dengan tinta.


Semoga apa yang kami tanam, menjadi saksi kelak bahwa kami tidak salah memilih jalan, bahwa kami tidak salah dalam menentukan pilihan hidup, walau terkadang kami tahu, berjuang atas nama Islam, bukanlah perkara mudah dan  akan selalu menghadapi rintangan dan cobaan, apakah cemoohan, kedengkian para pendengki, namun semua itu semoga menjadi pernak pernik dan lebih menguatkan kami. Satu hal ada sebuah keyakinan yang terhunjam dalam jiwa kami, dan kami diajarkan untuk itu, selama sesuatu dibangun dengan kebersamaan, kokoh dalam satu jama’ah, saling menguatkan, terajut kuat dalam simpul Ukhuwah Islamiyah, takkan surut langkah ini, takkan tumbang dihantam badai, karena semua itu adalah sunnah dari perjuangan, jika memang berharap sebuah keberuntungan. Takbiir !!!
Gambar dibuat dengan : Micosoft Office Word 2007 © 2006 Microsoft Corporation. All rights reserved, Paint, Microsoft Windows Version 6.1 (Build 7600) Copyright © 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved, JPEG picture

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar