Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Segala puji hanya milik Allah swt, shalawat buat
Rasulullah saw.
Subhaanallaah ! Allah swt telah membuka hati manusia,
memberi kekuatan menunaikan sebuah
nawaitu agung, dalam rangka pembinaan mental spiritual generasi penerus risalah
Islam, yakni kegiatan keagamaan yang populer dengan istilah MABIT, Malam Bina
Iman dan Taqwa. Dikala mungkin ada
diantara generasi-generasi di bumi ini terlelap dalam mimpi, terbuai
angan-angan dunia, menghabiskan umur dalam urusan dunia yang tak kunjung
memberi kepuasan, namun Alhamdulillaah, beberapa siswa laki-laki SMPN 1 Tanjung
Raya, Agam, Sumatera Barat, Indonesia menyerahkan diri mereka untuk agamanya,
berkorban dan menanam tekad, mengejar
asa yang terhunjam, menepis segala iming-iming dunia yang melenakan, mencoba
menyibak dan merobek-robek gemerlapnya indah malam minggu. Mereka menundukkan
diri, menyerahkan jiwa untuk urusan akhirat mereka, berupaya menggemarkan diri
untuk beribadah, mendengar tausyiah, mencoba mengalirkan nasehat kedalam jiwa,
menggali ilmu hikmah dan keutamaan, disebuah masjid yang berdiri kokoh
menjulang membelah senyapnya malam, Masjid Ummil Qura Bancah, mulai Sabtu Maghrib, 04 Jumadil Awwal 1434 H hingga ba’da Shubuh,
Minggu 05 Jumadil Awwal 1434 H.
Dinginnya malam, sepertinya tak menjadi halangan
mereka, beratnya mata yang dibuai rayuan syetan untuk lebih mencintai berlayar
kepulau mimpi sama sekali tak membuat mereka terbuai. Dalam rentang waktu yang
panjang, dengan berbagai materi ke-Islaman
yang disampaikan pemateri, tentang pentingnya berbuat kebaikan yang
disampaikan oleh Aktivis Rohis MAN Maninjau yang sekarang duduk dibangku
pendidikan kelas XII Program Keagamaan (PK), Abrar Kurniawan. Tentang akidah,
kengerian neraka, yang disampaikan
Wendri Naldi Khatib Bandaro, S.Pd.I, guru Madrasah Diniyah Wustha (MDW)
SMPN 1 Tanjung Raya, pembina Rohis SMPN 1 Tanjung Raya, MAN Maninjau dan MTsS
Maninjau, dan Tentang akhlak yang disampaikan oleh Zulfiyandri, S.Pd, guru
Bahasa Indonesia SMPN 1 Tanjung Raya dan sekaligus pembina Rohis SMPN 1 Tanjung
Raya, guru Bahasa Indonesia MAN Maninjau dan MTsS Maninjau, mereka peserta
MABIT , mampu bertahan walau dalam keadaan yang mungkin terasa sulit.
Duhai …jiwa-jiwa yang lemah
Perkuatlah ikatan jiwamu pada kebajikan
Apa yang kau harapkan dari harta yang melimpah …
Harta yang bisa jadi menjadi silang sengketa generasi
sepeninggalmu
Harta yang malah sering membuatmu lalai dalam keta’atan
Harta yang membuatmu tak mampu lagi membedakan antara
halal dan haram
Ooo… jiwa yang gersang,
Berbenahlah dari keterpurukanmu yang telah dalam …
Selagi kesempatan itu masih ada
Selagi harapan itu masih terbentang luas
Masihkah kau tak merasa takut
Kala nyawa telah berada dipengujungnya
Kala taubat tak lagi bermakna
Sementara kau masih menunggu-nunggu masa untuk
memperbaiki diri
Sungguh … sungguh malang jiwamu
Namun apakah kemalangan ini akan menyelamatkanmu ???
Aduhai …takutlah … takutlah ….
Semoga hal ini menjadi suatu kenyataan sejarah dan
tercatat sebagai amal kebajikan, bahwa yang dilakukan bukanlah suatu hal yang
biasa, tapi luar biasa yang akan dapat dipetik hasilnya diakhirat. Bagi jiwa yang tertaut hatinya pada kebajikan ada
sebuah asa yang tertanam, dan sebuah keyakinan yang terhunjam dalam jiwa, serta
keyakinan yang tak tergoyahkan, bahwa kala mencoba melakukan sesuatu kebaikan,
Allah swt tidak akan menyia-nyiakan urusan tersebut. Hanya kepada Allahlah
tempat menyerahkan segalanya.
Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar