WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Minggu, 17 Maret 2013

SMPN 1 Tanjung Raya gelar MABIT dalam Rangka Pembinaan Mental Spiritual


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Segala puji hanya milik Allah swt, shalawat buat Rasulullah saw.

Subhaanallaah ! Allah swt telah membuka hati manusia, memberi kekuatan menunaikan  sebuah nawaitu agung, dalam rangka pembinaan mental spiritual generasi penerus risalah Islam, yakni kegiatan keagamaan yang populer dengan istilah MABIT, Malam Bina Iman dan Taqwa. Dikala mungkin  ada diantara generasi-generasi di bumi ini terlelap dalam mimpi, terbuai angan-angan dunia, menghabiskan umur dalam urusan dunia yang tak kunjung memberi kepuasan, namun Alhamdulillaah, beberapa siswa laki-laki SMPN 1 Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Indonesia menyerahkan diri mereka untuk agamanya, berkorban dan menanam  tekad, mengejar asa yang terhunjam, menepis segala iming-iming dunia yang melenakan, mencoba menyibak dan merobek-robek gemerlapnya indah malam minggu. Mereka menundukkan diri, menyerahkan jiwa untuk urusan akhirat mereka, berupaya menggemarkan diri untuk beribadah, mendengar tausyiah, mencoba mengalirkan nasehat kedalam jiwa, menggali ilmu hikmah dan keutamaan, disebuah masjid yang berdiri kokoh menjulang membelah senyapnya malam, Masjid Ummil Qura Bancah,  mulai Sabtu Maghrib, 04  Jumadil Awwal 1434 H hingga ba’da Shubuh, Minggu 05 Jumadil Awwal 1434 H.

Dinginnya malam, sepertinya tak menjadi halangan mereka, beratnya mata yang dibuai rayuan syetan untuk lebih mencintai berlayar kepulau mimpi sama sekali tak membuat mereka terbuai. Dalam rentang waktu yang panjang, dengan berbagai materi ke-Islaman  yang disampaikan pemateri, tentang pentingnya berbuat kebaikan yang disampaikan oleh Aktivis Rohis MAN Maninjau yang sekarang duduk dibangku pendidikan kelas XII Program Keagamaan (PK), Abrar Kurniawan. Tentang akidah, kengerian neraka, yang disampaikan  Wendri Naldi Khatib Bandaro, S.Pd.I, guru Madrasah Diniyah Wustha (MDW) SMPN 1 Tanjung Raya, pembina Rohis SMPN 1 Tanjung Raya, MAN Maninjau dan MTsS Maninjau, dan Tentang akhlak yang disampaikan oleh Zulfiyandri, S.Pd, guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Tanjung Raya dan sekaligus pembina Rohis SMPN 1 Tanjung Raya, guru Bahasa Indonesia MAN Maninjau dan MTsS Maninjau, mereka peserta MABIT , mampu bertahan walau dalam keadaan yang mungkin terasa sulit.

Duhai …jiwa-jiwa yang lemah
Perkuatlah ikatan jiwamu pada kebajikan
Apa yang kau harapkan dari harta yang melimpah …
Harta yang bisa jadi menjadi silang sengketa generasi sepeninggalmu
Harta yang malah sering membuatmu lalai dalam keta’atan
Harta yang membuatmu tak mampu lagi membedakan antara halal dan haram
Ooo… jiwa yang gersang,
Berbenahlah dari keterpurukanmu yang telah dalam …
Selagi kesempatan itu masih ada
Selagi harapan itu masih terbentang luas
Masihkah kau tak merasa takut
Kala nyawa telah berada dipengujungnya
Kala taubat tak lagi bermakna
Sementara kau masih menunggu-nunggu masa untuk memperbaiki diri
Sungguh … sungguh malang jiwamu
Namun apakah kemalangan ini akan menyelamatkanmu ???
Aduhai …takutlah … takutlah ….

Semoga hal ini menjadi suatu kenyataan sejarah dan tercatat sebagai amal kebajikan, bahwa yang dilakukan bukanlah suatu hal yang biasa, tapi luar biasa yang akan dapat dipetik hasilnya diakhirat. Bagi  jiwa yang tertaut hatinya pada kebajikan ada sebuah asa yang tertanam, dan sebuah keyakinan yang terhunjam dalam jiwa, serta keyakinan yang tak tergoyahkan, bahwa kala mencoba melakukan sesuatu kebaikan, Allah swt tidak akan menyia-nyiakan urusan tersebut. Hanya kepada Allahlah tempat menyerahkan segalanya.

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar