WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Sabtu, 30 Maret 2013

Tarbiyah Ruhiyah : MABIT Rohis MAN Maninjau


Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Puji syukur kepada Allah s.w.t. Shalawat buat Rasulullah s.a.w.


Ehtahlah …sulit untuk dilukiskan dalam rangkaian kata-kata … suatu kenikmatan yang seakan jiwa ini merasakan limpahan karunia yang begitu luas atas karunia Allah swt, menyaksikan generasi dakwah yang tergabung dalam Rohis Bina Remaja Islam MAN Maninjau dalam kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)  yang baru saja usai ditunaikan (16-17 Jumadil Awwal 1434 H). Sungguh Allah s.w.t berkuasa penuh terhadap hati manusia, yang telah memancarkan cahaya hidayah terhadap mereka peserta MABIT walau dalam kondisi suasana malam liburan, tapi malam itu mereka relakan tubuh dan jiwa mereka untuk agama Allah s.w.t.
Maka saksikanlah, wahai para generasi Islam, lihatlah wahai pelanjut risalah Islam. Tidakkah diantara kalian jika ada yang lalai merasa iri kala melihat dan kenyataan yang menunjukkan bahwa diantara kalian ternyata ada sosok-sosok hebat dan penuh dedikasi yang tidak memiliki pemikiran yang sama dengan kalian. Mereka mungkin seumur dengan kalian, juga mungkin punya keinginan yang sama dengan kalian, punya kecendrungan nafsu seperti kalian, tapi ada yang membedakan mereka dengan kalian, kalian terlena dengan kelalaian kalian, tapi mereka terlena dengan ketundukan mereka pada Sang Khalik. Kalian yang lalai mungkin merasa damai dan bahagia dengan kelalaian kalian, mereka  mungkin dalam keadaan yang sulit dalam berjuang, tapi kelak kalian akan menyaksikan kala mereka tertawa dengan kemenangan mereka, kemenangan hakiki, saat itu kalian dalam keadaan menangis dan menyesali diri, maka bergunakah perkataan kalian : “ Seandainya …seandainya … dan seandainya saya mengikuti jalan mereka dahulu, niscaya saya tidak akan menjadi orang menyesal seperti ini ”. Oooo… malang sekali nasib kalian, kemalangan yang kalian pilih sendiri, kemalangan yang ingin  kalian menebus dengan sesulit apapun, tapi ketahuilah …sungguh itu tinggal angan-angan kalian, dan kalian tetap dalam kondisi menerima balasan atas kelalaian kalian.
Subhaanallaah !!!

Mereka peserta MABIT, terdiri dari beberapa orang siswa-siswi MAN Maninjau itu, sungguh indahnya gema lantunan tadarus mereka pada malam-malam terakhir menjelang shubuh. Sungguh dahsyatnya jiwa mereka yang rukuk dan sujud dalam tahajud yang mempesona. Duhai …lihatlah, inilah generasi Islam yang sesungguhnya, generasi yang tidak hanya lahir dari keturunan Muslim, tapi memang punya komitmen akan kemusliman mereka dan berupaya tetap istiqamah menjadi muslim. Bagi kalian yang mengaku muslim, mengaku sebagai umat Islam namun jika tidak mampu menunaikan ajaran kemusliman kalian, lantas apa makna kalian mengatakan kalian sebagai seorang muslim ? Apa alasan kalian mengaku sebagai muslim ? Mengapa kalian mengatakan kalian seorang muslim ? Tidakkah kalian tahu, jika hanya sekedar mengaku-ngaku semua orang juga bisa, tapi bermaknakah jika hanya sekedar pengakuan ? Apakah syarat seorang muslim cukup hanya dengan mengaku muslim ?
“ Ya Allah, sungguh Engkau berkuasa membolak-balikkan hati manusia, sungguh Engkau punya keputusan yang tidak akan mampu makhluk dipermukaan bumi ini untuk merubahnya, untuk itu ya Allah, berilah kekuatan Iman pada kami dan generasi kami, kekuatan  yang terhunjam dalam sebuah keyakinan yang kuat, bahwa hidup hanya untuk mengabdi pada-Mu. Amiin.”

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar