Pak tua yang sudah renta dengan sepotong tongkat
penyangga tubuhnya itu datang tiba-tiba dan mencak-mencak diruang kantor majlis
guru di sebuah sekolah menengah, disebelahnya anaknya dengan sesekali mengusap
matanya yang basah, ““ Dasar ! Guru sekarang tidak layak diteladani, bicaranya
kasar, lihat ! Anak saya sampai menangis akibat dari ucapan guru di sekolah ini
! ”
Saat itu jam istirahat. Beberapa orang guru yang
ada dalam ruangan terkejut mendapat dampratan yang datang tiba-tiba. “ Sabar
pak ! Silahkan duduk dulu, baru Bapak jelaskan permasalahannya ! ” Salah seorang
guru mencoba mengkondisikan suasana.
“ Aaah … tak perlu basa-basi, mana guru yang
telah menyakiti anak saya ? ” Pak tua itu masih berdiri dengan kemarahan yang
meletup-letup.
“ Siapa pak ? ” Tanya salah seorang guru.
Tiba-tiba dari ruang sebelah muncul sosok guru
muda, “ Itu beliau pak ! ” Teriak anak Pak Tua tersebut sembari menunjuk pada
guru muda yang barusan datang.
“ Ooo… ini gurumu yang tidak berpendidikan ini ?
” Pak Tua itu menatap garang pada guru muda tersebut sambil mengacungkan
tongkatnya.
“ Siapa namamu anak muda ? Kau tahu tidak ! Saya
ini mantan guru, belasan tahun saya mendidik anak orang, belum pernah saya
menyakiti perasaan murid-murid saya hingga sampai menangis seperti yang kau
lakukan pada anak saya ! Kau baru anak kemarin sore, tapi sikapmu sok jagoan
jadi guru ! ”
Guru muda itu hanya tersenyum, lalu dengan
santai ia berujar, “ Ooo… ini anak bapak ya ? Saya tidak tahu. Tapi Saya tahu
bapak mantan guru, tentunya bapak masih ingat dengan murid bapak yang bernama
Muhammad Fauzi ? Siswa kelas dua yang dulu
bapak tuduh mencuri uang koperasi, sampai ia mengis-nangis menyatakan bahwa ia
tidak melakukannya, namun bapak tidak menghiraukan, ternyata belakangan
terbukti ia tidak melakukannya ? ”
“ Oh, ya ? Apa urusannya denganmu, mengungkap
kejadian masa lalu yang sepele itu ? ”
“ Saya Muhammad Fauzi, murid bapak itu ! ” Suara guru muda itu menggelegar. Membuat tubuh pak tua itu menggigil. Cepat-cepat ia menarik tangan anaknya dan meninggalkan ruangan itu dengan muka memerah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar