WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Selasa, 22 Januari 2013

Pak Tua Sang Mantan Guru


Pak tua yang sudah renta dengan sepotong tongkat penyangga tubuhnya itu datang tiba-tiba dan mencak-mencak diruang kantor majlis guru di sebuah sekolah menengah, disebelahnya anaknya dengan sesekali mengusap matanya yang basah, ““ Dasar ! Guru sekarang tidak layak diteladani, bicaranya kasar, lihat ! Anak saya sampai menangis akibat dari ucapan guru di sekolah ini ! ”

Saat itu jam istirahat. Beberapa orang guru yang ada dalam ruangan terkejut mendapat dampratan yang datang tiba-tiba. “ Sabar pak ! Silahkan duduk dulu, baru Bapak jelaskan permasalahannya ! ” Salah seorang guru mencoba mengkondisikan suasana.

“ Aaah … tak perlu basa-basi, mana guru yang telah menyakiti anak saya ? ” Pak tua itu masih berdiri dengan kemarahan yang meletup-letup.

“ Siapa pak ? ” Tanya salah seorang guru.

Tiba-tiba dari ruang sebelah muncul sosok guru muda, “ Itu beliau pak ! ” Teriak anak Pak Tua tersebut sembari menunjuk pada guru muda yang barusan datang.

“ Ooo… ini gurumu yang tidak berpendidikan ini ? ” Pak Tua itu menatap garang pada guru muda tersebut sambil mengacungkan tongkatnya.
“ Siapa namamu anak muda ? Kau tahu tidak ! Saya ini mantan guru, belasan tahun saya mendidik anak orang, belum pernah saya menyakiti perasaan murid-murid saya hingga sampai menangis seperti yang kau lakukan pada anak saya ! Kau baru anak kemarin sore, tapi sikapmu sok jagoan jadi guru ! ”

Guru muda itu hanya tersenyum, lalu dengan santai ia berujar, “ Ooo… ini anak bapak ya ? Saya tidak tahu. Tapi Saya tahu bapak mantan guru, tentunya bapak masih ingat dengan murid bapak yang bernama Muhammad Fauzi  ? Siswa kelas dua yang dulu bapak tuduh mencuri uang koperasi, sampai ia mengis-nangis menyatakan bahwa ia tidak melakukannya, namun bapak tidak menghiraukan, ternyata belakangan terbukti ia tidak melakukannya ? ”

“ Oh, ya ? Apa urusannya denganmu, mengungkap kejadian masa lalu yang sepele itu ? ”

“ Saya Muhammad Fauzi, murid bapak itu ! ” Suara guru muda itu menggelegar. Membuat tubuh pak tua itu menggigil. Cepat-cepat ia menarik tangan anaknya dan meninggalkan ruangan itu dengan muka memerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar