“ Anak-anakku, apapun yang kita lakukan
dalam hidup ini berada dalam pantauan Allah SWT, maka segala yang kita lakukan
akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kala kita melakukan kebaikan, maka
Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik, yakinlah itu ! Sebaliknya,
kala kita melakukan keburukan maka kita akan mendapatkan balasan yang setimpal
akibat keburukan yang kita lakukan. Yang membuat kita ini sering lupa dengan keburukan
yang pernah kita lakukan adalah kala kita menganggap remeh sebuah keburukan
yang kita anggap kecil dan kita anggap hal tersebut suatu hal yang biasa.
Namun, jangan lupa, sekecil apapun keburukan yang pernah kita lakukan niscaya
kita akan mendapatkan balasannya, berhati-hatilah. ”
Demikian untaian pesan Sang Kiyai
pengasuh pondok pesantren itu dengan kharismatiknya menasehati dua orang santri
yang kedapatan melakukan kesalahan, menyembunyikan kitab kuning temannya yang
hendak mengikuti ujian membaca kitab kuning, sehingga temannya tidak lulus
ujian.
Seperti biasa, setiap pagi, menjelang
matahari terbit, sang Kiyai yang sudah dipenghujung usia itu berjalan-jalan
ditaman untuk menyegarkan tubuh. Pada jalan setapak yang ditumbuhi rumput yang
tidak terlalu tinggi, tiba-tiba kakinya terasa tertahan saat hendak melangkah,
namun ia paksakan, akibatnya malah beliau tersungkur jatuh, hingga menyebabkan
hidungnya berdarah terbentur kerikil. Beliau meringis, seraya mengusap darah
yang mengalir.
Kemudian beliau melakukan pemeriksaan apa
yang menyebabkan kakinya tertahan. Berulangkali beliau istighfar kala
menyaksikan, ternyata yang menahan kakinya adalah rumput yang terikat
membelintang di tengah jalan. Hati beliau berdebar, menyadari, itulah rumput
yang pernah diikatnya dulu kala masih jadi santri di pondok pesantren yang
sekarang ia asuh, kala itu ia hanya iseng-iseng untuk menjahili santri yang
lain, namun sekarang ia menuai akibatnya. Entah sudah berapa orang yang menjadi
korban akibat perbuatan masa lalunya yang dianggap sepele. Hari ini Allah SWT
membuktikan petuahnya kepada dua santri yang melakukan kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar