WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Selasa, 22 Januari 2013

Petuah Sang Kiyai


“ Anak-anakku, apapun yang kita lakukan dalam hidup ini berada dalam pantauan Allah SWT, maka segala yang kita lakukan akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kala kita melakukan kebaikan, maka Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan yang lebih baik, yakinlah itu ! Sebaliknya, kala kita melakukan keburukan maka kita akan mendapatkan balasan yang setimpal akibat keburukan yang kita lakukan. Yang membuat kita ini sering lupa dengan keburukan yang pernah kita lakukan adalah kala kita menganggap remeh sebuah keburukan yang kita anggap kecil dan kita anggap hal tersebut suatu hal yang biasa. Namun, jangan lupa, sekecil apapun keburukan yang pernah kita lakukan niscaya kita akan mendapatkan balasannya, berhati-hatilah. ”

Demikian untaian pesan Sang Kiyai pengasuh pondok pesantren itu dengan kharismatiknya menasehati dua orang santri yang kedapatan melakukan kesalahan, menyembunyikan kitab kuning temannya yang hendak mengikuti ujian membaca kitab kuning, sehingga temannya tidak lulus ujian.

Seperti biasa, setiap pagi, menjelang matahari terbit, sang Kiyai yang sudah dipenghujung usia itu berjalan-jalan ditaman untuk menyegarkan tubuh. Pada jalan setapak yang ditumbuhi rumput yang tidak terlalu tinggi, tiba-tiba kakinya terasa tertahan saat hendak melangkah, namun ia paksakan, akibatnya malah beliau tersungkur jatuh, hingga menyebabkan hidungnya berdarah terbentur kerikil. Beliau meringis, seraya mengusap darah yang mengalir.

Kemudian beliau melakukan pemeriksaan apa yang menyebabkan kakinya tertahan. Berulangkali beliau istighfar kala menyaksikan, ternyata yang menahan kakinya adalah rumput yang terikat membelintang di tengah jalan. Hati beliau berdebar, menyadari, itulah rumput yang pernah diikatnya dulu kala masih jadi santri di pondok pesantren yang sekarang ia asuh, kala itu ia hanya iseng-iseng untuk menjahili santri yang lain, namun sekarang ia menuai akibatnya. Entah sudah berapa orang yang menjadi korban akibat perbuatan masa lalunya yang dianggap sepele. Hari ini Allah SWT membuktikan petuahnya kepada dua santri yang melakukan kesalahan.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar