Alhamdulillaah, shalawat teruntuk Rasulullah
saw. Akhirnya sebuah cita-cita yang telah tertanam dengan azzam yang kuat,
pelaksanaan pembinaan mental spiritual pelajar MAN Maninjau Program Keagamaan
(PK) kelas XI dan XII akhirnya terwujud. Kegiatan yang populer dengan sebutan
MABIT ( Malam Bina Iman dan Taqwa) tersebut terkesan sangat luar biasa. Dikatakan
luar biasa, karena mulai dari perencanaan hingga usai walau dalam waktu yang relatif
singkat, kesan yang di dapat sangat menimbulkan bekas. Yang jelas, hal ini bagi
kami keluarga besar PK MAN Maninjau lebih dapat merekatkan jalinan ukhuwah dan
rasa saling mencintai semoga karena Allah SWT, sebagaimana yang telah kami
tanam secara turun temurun dengan harapan dapat membentuk sebuah komunitas
besar kelompok orang-orang yang berjuang untuk tegaknya ‘Izzah Islam wal Muslimin.
Pelaksanaan kegiatan dimulai hari Rabu tepatnya
11 Rabi’ul Awwal 1434 , mulai waktu shalat maghrib hingga berakhir hari Kamis
pagi, 12 Rabi’ul Awwal 1434 H dengan agenda kegiatan yang begitu padat, seperti
Shalat berjama’ah, berdo’a dan zikir, tilawah al-Qur’an, tausyiah, muzakarah,
Quiz Game, Qiyaumulullail, kultum, pembelajaran do’a dan zikir al-Ma’tsurat. Kegiatan
yang dihadiri oleh Kepala Sekolah bapak Erman Rahman, S.Ag dan Wakil Kepala
Bidang Kesiswaan, Bapak Taufiq, S.Pd.I, dengan guru pembimbing Bapak Wendri
Naldi, S.Pd.I selaku wali kelas kelas XI Program Keagamaan (PK) dan Bapak
Zulfiyandri, S.Pd, dan tausyiah serta muzakarah oleh Ustadz Ridmu Hendri,
S.H.I, yang berlokasi di Mushalla dekat MTs S Maninjau berjalan dengan khidmat.
Kegiatan ini lebih mengedepankan aspek amaliah
dalam menggemarkan diri untuk beribadah, menyadari hakikat ilmu bukanlah untuk
diketahui semata tapi lebih menuntut pengamalan yang sungguh-sungguh. Betapa
banyak orang-orang yang paham akan ilmu tapi belum tentu mereka mampu
mengamalkannya. Maka merugilah orang-orang yang berilmu tapi ilmunya sama
sekali tidak teraplikasi nyata dalam kehidupan. Apalagi ilmu tersebut tidak
membawa pengaruh pada aspek perilaku. Sungguh …sungguh … sangat tertipu orang
tersebut dengan ilmunya.
Kami tahu, dan kami menyadari, jalan yang kami
tempuh adalah jalan berliku, jalan yang sangat sulit ditembus kecuali dengan
kekuatan kesabaran dan mujahadah. Tapi kami diajarkan, kala semua itu
diupayakan dengan sungguh-sungguh dan dilaksanakan secara berjama’ah, insya
Allah seberat apapun rintangan yang mencoba menggoyahkan azzam kami, semuanya
akan berguguran dan hancur lebur. Kami sangat yakin dengan pertolongan Allah
SWT, kami begitu yakin janji Allah SWT, bahwa Allah SWT akan menolong
hamba-Nya, jika sang hamba menolong agama-Nya.
Bagi kami yang terpenting hari ini, tanamkan
azzam, kuatkan tekad, jalin persaudaraan yang kokoh, bergerak secara
bersama-sama, maka hasilnya, lihat saja nanti, tak penting apakah kami akan
memanen hasilnya, atau kami menyaksikan keberhasilan apa yang telah kami
usahakan, tapi yang terpenting bagi kami, berbuat, bertindak, dan buktikan
dengan perilaku bahwa belajar tentang Islam, memperjuangkan Islam, merupakan
keharusan bagi kami yang mengaku Islam sebagai agama kami. Kami akan membela,
kami akan berjuang, kami akan buktikan, inilah agama kami, inilah jalan hidup
kami, inilah petunjuk hidup kami, dan inilah kami, bahwa kami adalah “ SEORANG
MUSLIM ”




Tidak ada komentar:
Posting Komentar