WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Kamis, 24 Januari 2013

PK MAN Maninjau Gelar Kegiatan MABIT


Alhamdulillaah, shalawat teruntuk Rasulullah saw. Akhirnya sebuah cita-cita yang telah tertanam dengan azzam yang kuat, pelaksanaan pembinaan mental spiritual pelajar MAN Maninjau Program Keagamaan (PK) kelas XI dan XII akhirnya terwujud. Kegiatan yang populer dengan sebutan MABIT ( Malam Bina Iman dan Taqwa) tersebut terkesan sangat luar biasa. Dikatakan luar biasa, karena mulai dari perencanaan hingga usai walau dalam waktu yang relatif singkat, kesan yang di dapat sangat menimbulkan bekas. Yang jelas, hal ini bagi kami keluarga besar PK MAN Maninjau lebih dapat merekatkan jalinan ukhuwah dan rasa saling mencintai semoga karena Allah SWT, sebagaimana yang telah kami tanam secara turun temurun dengan harapan dapat membentuk sebuah komunitas besar kelompok orang-orang yang berjuang untuk tegaknya ‘Izzah Islam wal Muslimin.

Pelaksanaan kegiatan dimulai hari Rabu tepatnya 11 Rabi’ul Awwal 1434 , mulai waktu shalat maghrib hingga berakhir hari Kamis pagi, 12 Rabi’ul Awwal 1434 H dengan agenda kegiatan yang begitu padat, seperti Shalat berjama’ah, berdo’a dan zikir, tilawah al-Qur’an, tausyiah, muzakarah, Quiz Game, Qiyaumulullail, kultum, pembelajaran do’a dan zikir al-Ma’tsurat. Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Sekolah bapak Erman Rahman, S.Ag dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Bapak Taufiq, S.Pd.I, dengan guru pembimbing Bapak Wendri Naldi, S.Pd.I selaku wali kelas kelas XI Program Keagamaan (PK) dan Bapak Zulfiyandri, S.Pd, dan tausyiah serta muzakarah oleh Ustadz Ridmu Hendri, S.H.I, yang berlokasi di Mushalla dekat MTs S Maninjau berjalan dengan khidmat.


Kegiatan ini lebih mengedepankan aspek amaliah dalam menggemarkan diri untuk beribadah, menyadari hakikat ilmu bukanlah untuk diketahui semata tapi lebih menuntut pengamalan yang sungguh-sungguh. Betapa banyak orang-orang yang paham akan ilmu tapi belum tentu mereka mampu mengamalkannya. Maka merugilah orang-orang yang berilmu tapi ilmunya sama sekali tidak teraplikasi nyata dalam kehidupan. Apalagi ilmu tersebut tidak membawa pengaruh pada aspek perilaku. Sungguh …sungguh … sangat tertipu orang tersebut dengan ilmunya.


Kami tahu, dan kami menyadari, jalan yang kami tempuh adalah jalan berliku, jalan yang sangat sulit ditembus kecuali dengan kekuatan kesabaran dan mujahadah. Tapi kami diajarkan, kala semua itu diupayakan dengan sungguh-sungguh dan dilaksanakan secara berjama’ah, insya Allah seberat apapun rintangan yang mencoba menggoyahkan azzam kami, semuanya akan berguguran dan hancur lebur. Kami sangat yakin dengan pertolongan Allah SWT, kami begitu yakin janji Allah SWT, bahwa Allah SWT akan menolong hamba-Nya, jika sang hamba menolong agama-Nya.

Bagi kami yang terpenting hari ini, tanamkan azzam, kuatkan tekad, jalin persaudaraan yang kokoh, bergerak secara bersama-sama, maka hasilnya, lihat saja nanti, tak penting apakah kami akan memanen hasilnya, atau kami menyaksikan keberhasilan apa yang telah kami usahakan, tapi yang terpenting bagi kami, berbuat, bertindak, dan buktikan dengan perilaku bahwa belajar tentang Islam, memperjuangkan Islam, merupakan keharusan bagi kami yang mengaku Islam sebagai agama kami. Kami akan membela, kami akan berjuang, kami akan buktikan, inilah agama kami, inilah jalan hidup kami, inilah petunjuk hidup kami, dan inilah kami, bahwa kami adalah “ SEORANG MUSLIM ”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar