Saudaraku !
Apa yang engkau ketahui tentang aurat ?
Hakikatnya aurat adalah sesuatu dari anggota tubuhmu yang engkau malu apabila
diketahui oleh orang lain tentang sesuatu yang menjadi rahasiamu. Ia merupakan
aib yang harus kau tutup rapat-rapat.
Ia merupakan rahasia dirimu yang tidak berhak
diketahui orang lain. Jika kau mengumbarnya, berarti kau telah mengumbar apa
yang menjadi rahasia dirimu. Sungguh
aneh jika kau menganggap remeh hal ini. Bukankah kau marah kala rahasiamu
diumbar orang lain?Lantas mengapa kau tidak merasa berat untuk mengumbar
rahasiamu sendiri ? Adakah kebodohan melebihi hal ini ?
Sudah nyata, aurat perempuan adalah selain muka
dan telapak tangan, dan aurat laki-laki adalah batasan antara pusar dan lutut.
Tutuplah yang seharusnya kau tutup dan tampakkanlah yang seharusnya kau
tampakkan. Ingat ! Tetap jagalah kesopanan. Memang benar bahwa aurat laki-laki
adalah sebatas pusar dan lutut, lalu sopankah jika kau berpakaian hanya sebatas
itu ? Inilah yang dimaksud menjaga adab dalam menutup aurat, bahwa rusak adabmu
jika kau hanya menutup bagian auratmu saja, tanpa memperhatikan adab-adab
kesopanan.
Ketahuilah … Saudaraku !
Menutup aurat bukan sekedar menutup anggota
tubuh lalu usai begitu saja. Menutup aurat artinya kau tidak menampakkan bagian auratmu walaupun ia
tertutup oleh sesuatu. Jika masih memperlihatkan bentuk tubuhmu yang tergolong
aurat walaupun kau menutupnya, sungguh kau belum dikatakan menurut aurat,
bahkan agama mengatakan berpakaian tapi telanjang, na’udzubillah.
Sesungguhnya keharusan menutup aurat ini
merupakan suatu ajaran luhur dari Islam, agama yang kau anut ini. Ajaran yang
bertujuan menjagamu dari segala macam marabahaya, baik marabahaya secara lahir,
batin dan hakikat. Yang dimaksud menjaga marabahaya secara lahir, dapat menjaga
suhu tubuhmu agar stabil, menjaga dari serangan penyakit, menjaga dari panas
dan dingin. Sedangkan menjaga marabahaya secara batin, menjagamu dari
kesombongan jiwa bahwa milikmu yang paling berharga bukan untuk dipamerkan. Dan
menjaga marabahaya secara hakikat, bahwa dengan menutup aurat kau akan terjaga
dari gangguan orang-orang jahat, hal ini akan nampak sekali pengaruhnya bagi
kaum perempuan.
Secara hakikat menutup aurat adalah suatu
identitas, ia pembeda antara mukmin dan kafir, ia menjadi kehormatan dan
meninggikan derajat. Maka camkanlah hal ini. Karena sesungguhnya dampak dari
kewajiban menutup aurat merupakan kemashlahatan untuk dirimu sendiri.
Takutlah kau akan ancaman bagi orang-orang yang
enggan menutup aurat. Belajarlah dari akibat dan dampak yang kau saksikan dari
orang-orang yang telah melanggar aturan ini. Ambillah i’tibar bagaimana
para orang-orang shaleh terdahulu memahami tentang pentingnya menutup aurat,
bagaimana mereka bersegera melaksanakan kewajiban menutup aurat kala perintah
menutup aurat itu datang.
Karena aurat adalah aib, maka kau tidak perlu
mencari alasan-alasan yang mengada-ada untuk melegalkan tidak menutup aurat
dalam kondisi tertentu. Seperti enggan menutup aurat dalam cuaca panas. Enggan
menutup aurat karena belum terbuka hatimu untuk menunaikannya. Aduhai …alasan
apapun yang kau berikan, tidak akan merubah makna kewajiban menutup aurat. Yang
perlu kau pahami, menutup aurat adalah kewajiban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar