WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Rabu, 06 Agustus 2014

Wasiat Untuk Remaja Islam (11) : Tutuplah Auratmu, Sebab Itu Kewajiban !

Saudaraku !

Apa yang engkau ketahui tentang aurat ? Hakikatnya aurat adalah sesuatu dari anggota tubuhmu yang engkau malu apabila diketahui oleh orang lain tentang sesuatu yang menjadi rahasiamu. Ia merupakan aib yang harus kau tutup rapat-rapat. 

Ia merupakan rahasia dirimu yang tidak berhak diketahui orang lain. Jika kau mengumbarnya, berarti kau telah mengumbar apa yang menjadi rahasia dirimu.  Sungguh aneh jika kau menganggap remeh hal ini. Bukankah kau marah kala rahasiamu diumbar orang lain?Lantas mengapa kau tidak merasa berat untuk mengumbar rahasiamu sendiri ? Adakah kebodohan melebihi hal ini ?

Sudah nyata, aurat perempuan adalah selain muka dan telapak tangan, dan aurat laki-laki adalah batasan antara pusar dan lutut. Tutuplah yang seharusnya kau tutup dan tampakkanlah yang seharusnya kau tampakkan. Ingat ! Tetap jagalah kesopanan. Memang benar bahwa aurat laki-laki adalah sebatas pusar dan lutut, lalu sopankah jika kau berpakaian hanya sebatas itu ? Inilah yang dimaksud menjaga adab dalam menutup aurat, bahwa rusak adabmu jika kau hanya menutup bagian auratmu saja, tanpa memperhatikan adab-adab kesopanan.

Ketahuilah … Saudaraku !

Menutup aurat bukan sekedar menutup anggota tubuh lalu usai begitu saja. Menutup aurat artinya kau tidak  menampakkan bagian auratmu walaupun ia tertutup oleh sesuatu. Jika masih memperlihatkan bentuk tubuhmu yang tergolong aurat walaupun kau menutupnya, sungguh kau belum dikatakan menurut aurat, bahkan agama mengatakan berpakaian tapi telanjang, na’udzubillah.

Sesungguhnya keharusan menutup aurat ini merupakan suatu ajaran luhur dari Islam, agama yang kau anut ini. Ajaran yang bertujuan menjagamu dari segala macam marabahaya, baik marabahaya secara lahir, batin dan hakikat. Yang dimaksud menjaga marabahaya secara lahir, dapat menjaga suhu tubuhmu agar stabil, menjaga dari serangan penyakit, menjaga dari panas dan dingin. Sedangkan menjaga marabahaya secara batin, menjagamu dari kesombongan jiwa bahwa milikmu yang paling berharga bukan untuk dipamerkan. Dan menjaga marabahaya secara hakikat, bahwa dengan menutup aurat kau akan terjaga dari gangguan orang-orang jahat, hal ini akan nampak sekali pengaruhnya bagi kaum perempuan.

Secara hakikat menutup aurat adalah suatu identitas, ia pembeda antara mukmin dan kafir, ia menjadi kehormatan dan meninggikan derajat. Maka camkanlah hal ini. Karena sesungguhnya dampak dari kewajiban menutup aurat merupakan kemashlahatan untuk dirimu sendiri.

Takutlah kau akan ancaman bagi orang-orang yang enggan menutup aurat. Belajarlah dari akibat dan dampak yang kau saksikan dari orang-orang yang telah melanggar aturan ini. Ambillah i’tibar bagaimana para orang-orang shaleh terdahulu memahami tentang pentingnya menutup aurat, bagaimana mereka bersegera melaksanakan kewajiban menutup aurat kala perintah menutup aurat itu datang. 


Karena aurat adalah aib, maka kau tidak perlu mencari alasan-alasan yang mengada-ada untuk melegalkan tidak menutup aurat dalam kondisi tertentu. Seperti enggan menutup aurat dalam cuaca panas. Enggan menutup aurat karena belum terbuka hatimu untuk menunaikannya. Aduhai …alasan apapun yang kau berikan, tidak akan merubah makna kewajiban menutup aurat. Yang perlu kau pahami, menutup aurat adalah kewajiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar