Tutur kata lahir dari lidah yang tak bertulang,
ia bolak balik keatas dan kebawah, dan ketahuilah …kala ia telah keluar menjadi
suatu kata yang terangkai dalam kalimat, ia akan menunjukkan siapa dirimu yang
sesungguhnya, itulah ucapan. Seseorang bisa diukur dari apa yang ia ucapkan.
Dan yang menjadi pegangan adalah ucapan pertama yang terlontar.
Sesungguhnya, menahan kata-kata itu berat, tapi
menarik kata-kata yang telah keluar lebih berat. Untuk itu peliharalah tutur
katamu, agar kau tidak terjerambab pada hal-hal yang dapat membinasakan dirimu
sendiri akibat dari tutur katamu. Agar kau tidak menyesali terhadap apa yang
kau tuturkan.
Belajar untuk berkata-kata, belajar untuk
berucap, tidak perlu pelatihan atau pendidikan khusus. Ia lahir dari kondisi
hati. Kala hati dalam keadaan galau, tutur kata akan mewakilinya untuk
menunjukkan kegalauan hati. Demikian sebaliknya, kala hati dalam suasana
sumringah, kata-katapun akan mewakilkan untuk menampakkan keadaan tersebut. Inilah
yang dimaksud, seseorang dapat diukur dari apa yang ia ucapkan. Sebab ucapan
itu merupakan cerminan hati.
Engkau bisa saja menipu atau mendustai orang
lain dari ucapan yang keluar dari lisanmu, namun apakah kau mampu menipu dirimu
sendiri kala kau mengeluarkan kata-kata itu ? Dari nadanya, logat, irama serta
lantunan yang keluar dari lisanmu berupa kata-kata itu, bagaimanapun kau
mendramatisirnya, akan tetap berbeda dengan keadaan yang mana kau
mengeluarkannya tanpa ada indikasi terselubung di dalamnya. Demikianlah
dahsyatnya tutur kata, ia tidak bisa ditipu, walau ia dapat dibolak-balikkan.
Oleh karena itu, bertuturlah dengan baik,
peliharalah ia pada jalannya, jangan kau paksa ia untuk melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan keinginannya. Jika kau tidak mampu untuk itu dalam beberapa
keadaan, diam bagimu adalah lebih baik. Lebih menyelamatkanmu dibandingkan kau
tetap memaksakan diri untuk bertutur kata.
Saudaraku …!
Sesungguhnya tutur kata merupakan alat
komunikasi, alat interaksi dalam menempuh kehidupan, terutama diantara kita
sesama insan. Jika alat ini rusak, dan yang keluar dari padanya tidak dapat
membuat orang lain menjadi tenang kala mendengarnya, ketahuilah …hubunganmu
antar sesama akan rusak. Dapatlah kau ketahui, mengapa memelihara tutur kata
begitu penting ? Sebab berkaitan erat
sekali dalam menjaga hubungan antar sesama.
Alangkah indahnya, kala segala tutur katamu kau
keluarkan untuk kebajikan, alangkah indahnya kala lisanmu yang cendrung
bertutur kata dihiasi lantunann zikir dan madah do’a baik untuk dirimu,
keluarga ataupun kaum muslimin. Alangkah mulianya melalui lisanmu seseorang
mendapatkan hidayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar