WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO
WENDRI NALDI EL-MANINJAUI KHATIB BANDARO

Rabu, 06 Agustus 2014

Wasiat Untuk Remaja Islam (12) : Tutur Katamu, peliharalah !

Tutur kata lahir dari lidah yang tak bertulang, ia bolak balik keatas dan kebawah, dan ketahuilah …kala ia telah keluar menjadi suatu kata yang terangkai dalam kalimat, ia akan menunjukkan siapa dirimu yang sesungguhnya, itulah ucapan. Seseorang bisa diukur dari apa yang ia ucapkan. Dan yang menjadi pegangan adalah ucapan pertama yang terlontar.

Sesungguhnya, menahan kata-kata itu berat, tapi menarik kata-kata yang telah keluar lebih berat. Untuk itu peliharalah tutur katamu, agar kau tidak terjerambab pada hal-hal yang dapat membinasakan dirimu sendiri akibat dari tutur katamu. Agar kau tidak menyesali terhadap apa yang kau tuturkan.
Belajar untuk berkata-kata, belajar untuk berucap, tidak perlu pelatihan atau pendidikan khusus. Ia lahir dari kondisi hati. Kala hati dalam keadaan galau, tutur kata akan mewakilinya untuk menunjukkan kegalauan hati. Demikian sebaliknya, kala hati dalam suasana sumringah, kata-katapun akan mewakilkan untuk menampakkan keadaan tersebut. Inilah yang dimaksud, seseorang dapat diukur dari apa yang ia ucapkan. Sebab ucapan itu merupakan cerminan hati.

Engkau bisa saja menipu atau mendustai orang lain dari ucapan yang keluar dari lisanmu, namun apakah kau mampu menipu dirimu sendiri kala kau mengeluarkan kata-kata itu ? Dari nadanya, logat, irama serta lantunan yang keluar dari lisanmu berupa kata-kata itu, bagaimanapun kau mendramatisirnya, akan tetap berbeda dengan keadaan yang mana kau mengeluarkannya tanpa ada indikasi terselubung di dalamnya. Demikianlah dahsyatnya tutur kata, ia tidak bisa ditipu, walau ia dapat dibolak-balikkan.

Oleh karena itu, bertuturlah dengan baik, peliharalah ia pada jalannya, jangan kau paksa ia untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya. Jika kau tidak mampu untuk itu dalam beberapa keadaan, diam bagimu adalah lebih baik. Lebih menyelamatkanmu dibandingkan kau tetap memaksakan diri untuk bertutur kata.

Saudaraku …!

Sesungguhnya tutur kata merupakan alat komunikasi, alat interaksi dalam menempuh kehidupan, terutama diantara kita sesama insan. Jika alat ini rusak, dan yang keluar dari padanya tidak dapat membuat orang lain menjadi tenang kala mendengarnya, ketahuilah …hubunganmu antar sesama akan rusak. Dapatlah kau ketahui, mengapa memelihara tutur kata begitu penting ? Sebab  berkaitan erat sekali dalam menjaga hubungan antar sesama.


Alangkah indahnya, kala segala tutur katamu kau keluarkan untuk kebajikan, alangkah indahnya kala lisanmu yang cendrung bertutur kata dihiasi lantunann zikir dan madah do’a baik untuk dirimu, keluarga ataupun kaum muslimin. Alangkah mulianya melalui lisanmu seseorang mendapatkan hidayah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar